Festival Senggigi 2018 bukti pariwisata Lombok bangkit

id Festival Senggigi ,Lombok NTB

Seorang turis asing sedang menikmati matahari terbenam di kawasan wisata pantai Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. (Foto Antaranews NTB/Awaludin)

Semua jenis kesenian dan hiburan yang kami tampilkan bisa disaksikan warga lokal dan para wisatawan yang berkunjung ke Senggigi secara gratis
Lombok Barat (Antaranews NTB) - Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, membuktikan sektor pariwisata mulai bangkit dengan penyelenggaraan Festival Pesona Senggigi 2018 selama dua hari mulai 21 hingga 22 September.

Festival Pesona Senggigi 2018 dengan tema "Rowah Asuh Bumi" yang dipusatkan di Pasar Seni Senggigi, kawasan wisata pantai Senggigi, dibuka oleh Bupati Lombok Barat, H Fauzan Khalid.

Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemkab Lombok Barat, dan para pelaku pariwisata dimulai dengan membaca doa dan zikir bersama memohon ampunan kepada Tuhan dan diberikan hikmah atas musibah gempa bumi yang menghancurkan sektor pariwisata.

"Kita semua berdoa bahwa musibah bukan semata-mata kehendak Allah SWT, tapi semata-mata peran serta kesalahan manusia. Mohon ampun dan kita siap mengubah diri menjadi lebih baik lagi," kata Bupati Fauzan.

Pria yang segera dilantik sebagai bupati periode kedua tersebut menambahkan masyarakat NTB, khususnya Kabupaten Lombok Barat sudah merasakan ujian dari Tuhan berupa gempa bumi berkekuatan 6-7 Skala Richter sejak 29 Juli hingga Agustus 2018.

Bencana alam tersebut menewaskan lebih dari 560 jiwa dan kerusakan bangunan rumah, gedung sekolah, kantor pemerintah serta ratusan tempat ibadah.

Selain itu, kata dia, industri pariwisata yang menjadi andalan utama pendapatan asli daerah Kabupaten Lombok Barat sedikit "mati suri". Pasalnya wisatawan keluar dari Senggigi dan belum begitu banyak yang berani berkunjung pascagempa.

"Tapi InsyaAllah pariwisata segera bangkit. Dan sore hari ini kita sampaikan sinyal kepada dunia bahwa Lombok siap bangkit dan siap membangun industri pariwisata lebih maju lagi," kata Fauzan.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat, Ispan Junaidi, menyebutkan berbagai pagelaran seni dan budaya ditampilkan dalam Festival Pesona Senggigi 2018. Di antaranya, "rudat" atau tarian tradisional Sasak (etnis Lombok), dan zikir saman.

Pada Sabtu pagi (22/9), panitia menggelar bersih-bersih pantai yang dilanjutkan dengan "trauma healing" dan permainan kelereng untuk anak-anak terdampak gempa.

Sementara rangkaian acara pada malam penutupan Festival Pesona Senggigi, akan mempertontonkan berbagai jenis tarian lokal seperti Tari Ngulat Cerorot, Tari Beledogan, Tari Ngerakat dan Tari Trisna Teruna.

Selain itu, menampilkan Grup Lawak Sasak dan diakhiri dengan penampilan group band lokal "Amtenar". 

"Semua jenis kesenian dan hiburan yang kami tampilkan bisa disaksikan warga lokal dan para wisatawan yang berkunjung ke Senggigi secara gratis," ucap Ispan.

Pembukaan Festival Pesona Senggigi 2018 tersebut ditonton oleh sejumlah wisatawan asing yang sudah memberanikan diri berwisata ke kawasan Pantai Senggigi. (*)
Pewarta :
Editor: Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar