Lapangan usaha pertanian topang laju pertumbuhan ekonomi di NTB

id lapangan usaha pertanian,pertumbuhan ekonomi ntb,nusa tenggara barat,pertanian berkelanjutan

Lapangan usaha pertanian topang laju pertumbuhan ekonomi di NTB

Seorang petani memperlihatkan hasil panen daun tembakau di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Selasa (3/9/2024). (ANTARA/Sugiharto Purnama)

Mataram (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat lapangan usaha pertanian menopang laju pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Barat di tengah kontraksi yang terjadi pada triwulan I 2025.

Kepala BPS NTB Wahyudin mengatakan sektor pertanian menjadi sumber pertumbuhan ekonomi terbesar yang mengungguli lapangan usaha perdagangan dan pertambangan.

"Andil sektor pertanian sebesar 2,09 persen dari total pertumbuhan ekonomi yang minus 1,47 persen," ujarnya dalam pernyataan di Mataram, Selasa.

Pada triwulan I 2025, laju pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Barat secara tahunan atau year on year (yoy) terkontraksi sebesar 1,47 persen akibat tidak ada ekspor tambang.

Baca juga: Percuma angka kemiskinan turun jika tidak dibarengi lapangan pekerjaan

Lapangan usaha pertambangan dan penggalian menjadi sumber kontraksi terdalam dengan angka mencapai minus 6,10 persen, lalu disusul oleh lapangan usaha konstruksi yang juga terkontraksi sebesar minus 0,16 persen.

Di tengah situasi pertumbuhan ekonomi yang negatif tersebut lapangan usaha pertanian mampu memberikan andil terhadap pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 2,09 persen, lapangan usaha perdagangan sebesar 0,73 persen, dan lapangan usaha lainnya sebesar 1,97 persen.

Wahyudin menuturkan sektor pertanian punya andil terhadap pertumbuhan domestik regional bruto atau PDRB Nusa Tenggara Barat sebesar 23,24 persen dengan laju pertumbuhan secara tahunan sebanyak 10,28 persen.

Baca juga: 70th RI - KNPI NTB dorong pemuda ciptakan lapangan pekerjaan

Sedangkan, distribusi pertambangan terhadap angka PDRB hanya sebesar 16 persen dengan laju pertumbuhan minus 30,14 persen. Kemudian, sektor perdagangan memberikan distribusi sebanyak 14,76 persen dengan laju pertumbuhan PDRB mencapai 5,24 persen.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB Taufieq Hidayat mengatakan sektor pertanian yang mengedepankan ragam potensi lokal memberikan kemandirian fiskal terhadap ekonomi daerah.

Menurutnya, pertanian adalah lapangan usaha unggulan untuk menopang perekonomian agar Nusa Tenggara Barat tidak terlalu bergantung terhadap dominasi pertambangan.

"Tambang itu sifatnya deposit. Kalau deposit habis kita mau apa? sehingga pertanian satu-satunya sektor yang berkelanjutan," pungkas Taufieq.

Baca juga: Disnakertrans NTB mengingatkan sertifikat K3 bagi pekerja berisiko tinggi

Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.