Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), menyiapkan rompi dan syal menjadi identitas jamaah calon haji asal Kota Mataram pada musim haji 1447 Hijriah/2026.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Mataram Amir Wisuda di Mataram, Senin, mengatakan untuk identitas jamaah calon haji asal Kota Mataram tahun 2026 dilakukan penyesuaian.

"Jika tahun sebelumnya jamaah diberikan satu set jas kemeja dan celana, tahun ini jamaah akan dibekali dengan rompi dan syal sebagai penanda identitas selama di Tanah Suci," katanya.

Langkah itu diambil, kata dia, dengan mempertimbangkan dua faktor utama yakni adanya penyesuaian alokasi anggaran dan efektivitas penggunaan di lapangan.

Baca juga: Sebanyak 640 calon jamaah haji Mataram masuk kategori risiko tinggi

Rompi dinilai lebih praktis dan bermanfaat bagi jamaah saat melakukan aktivitas ibadah karena desain yang fleksibel dan tidak kaku seperti jas.

Ia mengatakan hingga saat ini proses pengukuran rompi bagi calon jamaah haji Kota Mataram sudah mencapai sekitar 80 persen.

"Penggunaan rompi juga mempermudah proses distribusi karena ukurannya yang lebih umum dibandingkan jas yang harus pas di badan," katanya.

Sementara menyinggung tentang anggaran, Amir menyebutkan anggaran untuk pengadaan rompi jamaah haji sekitar Rp190 juta dan syal sekitar Rp100 juta untuk 854 calon haji tahun 2026.

Baca juga: Sebanyak 813 calon haji Mataram sudah lunasi Bipih

Sementara untuk tahun lalu, anggaran pengadaan seragam jamaah haji termasuk untuk pelaksanaan manasik haji diserahkan dalam bentuk dana hibah melalui Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Mataram sekitar Rp1 miliar.

"Untuk detail penggunaan, kami kurang tahu yang pasti bentuknya dana hibah," katanya.

Sementara menyinggung tentang persiapan pemberangkatan jamaah calon haji, Amir mengatakan IPHI Kota Mataram akan melaksanakan manasik haji gratis selama 4-5 hari dijadwalkan seminggu setelah Idul Fitri 1447 Hijriah.

Pihaknya berharap melalui manasik yang intensif, jamaah dapat beribadah secara mandiri tanpa harus selalu bergantung pada pembimbing ibadah di lapangan.

Baca juga: Sebanyak 854 calon haji Mataram siap berangkat, Layanan lansia jadi prioritas

Sementara jamaah calon haji Kota Mataram dijadwalkan mulai masuk asrama pada 21 April 2026 dan melakukan penerbangan pertama pada 22 April 2026. Seluruh jamaah diprediksi masuk dalam gelombang satu dengan tujuan langsung ke Madinah.

Menurut data terakhir total jamaah asal Kota Mataram yang telah melakukan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) berjumlah 817 orang dari total kuota 854 orang.

"Jamaah akan terbagi ke dalam tiga kelompok terbang (kloter) yaitu Kloter 5 dan 10 merupakan kloter utuh dan Kloter 15 menjadi kloter campuran dengan jamaah dari kabupaten/kota di NTB," katanya.

Baca juga: Mataram dapat kuota tiga petugas haji pada musim haji 2026
Baca juga: Sebanyak 102 persen calon haji Mataram sudah istitha'ah
Baca juga: Sebanyak 572 calon haji Mataram sudah lunasi Bipih



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026