Makam kepala keamanan yang tewas saat kejar pencuri ternak dibongkar untuk autopsi jenazah

id Autopsi,Jenazah

Makam kepala keamanan yang tewas saat kejar pencuri ternak dibongkar untuk autopsi jenazah

Polres Lombok Timur, Kamis, melakukan autopsi jenazah Ketua Badan Kemanan Desa (BKD) Desa Wakan kecamatan Jerowaru Lombok Timur, yang tewas terbunuh saat mengejar pelaku pencuri ternak April 2020.

Selong, Lombok Timur (ANTARA) - Polres Lombok Timur, Kamis, melakukan autopsi jenazah Ketua Badan Kemanan Desa (BKD) Desa Wakan kecamatan Jerowaru Lombok Timur, yang tewas terbunuh saat mengejar pelaku pencuri ternak April 2020.

Polisi telah menangkap satu pelaku, namun pihak keluarga tak menerima kalau pelaku  hanya satu orang, sehingga pihak keluarga korban meminta dilakukan autopsi.

Kegiatan autopsi dilakukan  Polres Lotim bersama Tim Forensik RS bhayangkara Polda NTB di pekuburan  umum Tanggan Timuk, Dusun Tuping, Desa Wakan.

Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP Daniel P Simangunsong SIK saat dikonfirmasi membenarkan kalau pihaknya bersama tim forensik melakukan autopsi terhadap jenazah Ketua BKD Wakan, Maskur, guna memenuhi kelengkapan berkas.‎

Kegiatan autopsi itu merupakan permintaan pihak keluarga korban, karena pihak keluarga korban mengira pelaku bukan satu orang tetapi lebih.

"Kegiatan autopsi yang  dilakukan tim forensik, berjalan lancar," tegasnya.

"Masyarakat dan pihak keluarga korban untuk tetap tenang dan bersabar, sambil menunggu hasil autopsi yang telah dilakukan oleh tim forensik," imbaunya.

Masyarakat jangan melakukan tindakan yang bersifat kontra produktif, guna menghindari munculnya permasalahan baru

Ditempat terpisah keluarga korban, H Sapurah mengatakan dengan dilakukan autopsi tersebut, maka tentunya pihak keluarga mengharapkan hasilnya bisa maksimal nantinya.

Karena pihak keluarga melihat kalau pelaku penganiayaan yang menyebabkan Ketua BKD Wakan meninggal tidak dilakukan satu orang, melainkan lebih dari itu.

"Kami berkeyakinan pelaku bukan satu orang akan tapi lebih dari itu, kalau dilihat dari luka yang ada di tubuh korban, maka tugas polisi untuk mengungkapnya," tegas Sapurah.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar