Kepemimpinan RI di ASEAN dapat wujudkan target

id Ketua ASEAN 2023,Konflik Myanmar,Lestari Moerdijat

Kepemimpinan RI di ASEAN dapat wujudkan target

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. (ANTARA/HO-MPR RI)

Jakarta (ANTARA) -
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengharapkan kepemimpinan Indonesia di ASEAN pada tahun 2023 dapat berjalan dengan baik sehingga mampu mewujudkan sejumlah target yang ditetapkan.
 
"Indonesia dalam memori kelembagaan ASEAN dikenal melalui rekam kepemimpinan yang baik, bagaimana pun kita sebagai sebuah kekuatan di kawasan pernah menjadi 'Macan Asia'. Kita berharap kepemimpinan Indonesia di ASEAN tahun ini bisa wujudkan sejumlah target yang ditetapkan," kata Lestari sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.
 
Hal tersebut ia sampaikan saat memberikan sambutan dalam diskusi daring bertema "Tantangan ASEAN di Bawah Kepemimpinan Indonesia" yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu.
 
Lestari menyampaikan Indonesia memiliki tantangan eksternal dan internal dalam menjalankan tanggung jawab sebagai Ketua ASEAN pada tahun 2023. Menurut dia, tantangan eksternal terbesar adalah Indonesia sebagai Ketua ASEAN pada tahun ini harus menghadapi dampak ketidakstabilan ekonomi dunia dan persaingan antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Sementara itu, tantangan internal adalah menghadirkan solusi atas konflik yang terjadi di Myanmar.
 
Lestari mengingatkan bahwa tahun 2023 bukan merupakan tahun yang menyenangkan bagi banyak negara di dunia. Meskipun begitu, ia sangat berharap kepemimpinan Indonesia di ASEAN mampu membangun optimisme bahwa segenap elemen bangsa mampu membangun stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi di kawasan.
 
Ia berharap di bawah kepemimpinan Indonesia, maka ASEAN dapat memulai misi perdamaian, terutama terkait dengan penuntasan krisis di sejumlah kawasan dunia, termasuk Myanmar. Harapan senada disampaikan Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura Suryopratomo. Menurut Suryopratomo, Indonesia sebagai Ketua ASEAN 2023 dihadapkan pada beragam tantangan, seperti mengaplikasikan sejumlah kesepakatan terkait penyelesaian krisis di Myanmar sekaligus mewujudkan ASEAN sebagai kawasan yang paling stabil di dunia.
 
Ia mengatakan krisis Myanmar merupakan salah satu persoalan yang mengganggu kerja sama dengan mitra-mitra di luar ASEAN sehingga penuntasan krisis di sana akan sangat menentukan kesuksesan Indonesia dalam memimpin ASEAN.

Baca juga: Targetkan ratusan pecatur ikuti turnamen Indonesia Master III
Baca juga: Need all-party support to promote sense of safety among tourists
 
Selain Lestari dan Suryopratomo, diskusi daring yang dimoderatori Tenaga Ahli Wakil Ketua MPR RI Luthfi Assyaukanie itu dihadiri sejumlah narasumber, di antaranya anggota Komisi I DPR RI Muhammad Farhan, Direktur Perundingan Perdagangan ASEAN Kementerian Perdagangan Dina Kurniasari, dosen Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada Randy Wirasta Nandyatama, Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuridan, dan CEO S. ASEAN International Advocacy & Consultancy (SAIAC) Shanti Shamdasani sebagai penanggap.