Penuhi dosis lengkap hingga booster kedua tambah imun

id Vaksinasi COVID-19, booster kedua, imunitas tubuh,kemenkes,kementerian kesehatan

Penuhi dosis lengkap hingga booster kedua tambah imun

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi saat menyampaikan keterangan kepada wartawan di Gedung Kemenkes RI Jakarta, Selasa (7/2/2023). (ANTARA/Andi Firdaus).

Yogyakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan RI mengimbau kepada masyarakat untuk tetap mengikuti program vaksinasi COVID-19 dosis lengkap hingga booster kedua, sebagai salah satu cara meningkatkan imunitas tubuh.

"Pandemi belum selesai. Untuk meningkatkan kekebalan dan antisipasi pribadi, tentu sangat baik kita mendapatkan booster kedua," kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi dikonfirmasi dari Yogyakarta, Jumat.

Ia mengatakan pelaksanaan vaksinasi nasional sedang menghadapi tantangan di tengah kondisi penularan COVID-19 yang relatif terkendali. Menurutnya, masyarakat rentan cenderung abai dengan peningkatan imunitas, padahal sampai saat ini terus bermunculan varian baru.

Menghadapi kondisi tersebut, kata dia, pemerintah terus berusaha mengedukasi masyarakat tentang manfaat vaksin lengkap sampai booster kedua. Selain itu, kata dia, penerapan protokol kesehatan (prokes) juga penting untuk melindungi diri.

Secara terpisah Ahli Kesehatan Lingkungan dan Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman mengatakan cakupan vaksinasi booster harus terus diperluas, khususnya saat memasuki masa transisi dari pandemi menuju endemi.

Baca juga: Vaksin penting di tengah sirkulasi COVID-19 tidak terprediksi
Baca juga: Lindungi diri dengan booster kedua usai PPKM dicabut


Upaya memperkuat imunitas penting, kata dia, karena meski memasuki masa transisi bukan berarti virus sudah hilang. Selain penguatan vaksin booster, Dicky mendorong pemerintah untuk mampu menyediakan vaksin di seluruh Indonesia yang mudah diakses oleh masyarakat.

"Kalau misalnya nanti vaksinnya berbayar karena pandeminya sudah dicabut misalnya, (harga) harus terjangkau. Artinya harus mulai dengan pilihan yang banyak, itu harus murah," ujar Dicky.