XL manfaatkan 4G untuk tingkatkan "mobile advertising"

id XL Bali

XL manfaatkan 4G untuk tingkatkan "mobile advertising"

Customer Service XL menunjukkan salah satu layanan Mobile Advertising XL. (1)

Denpasar (Antara NTB) - Kehadiran layanan 4G LTE akan menjadi momentum bagi PT XL Axiata Tbk (XL) untuk mendorong kinerja di hampir semua layanan. Salah satunya adalah dalam layanan mobile advertising AdReach.
Koneksi internet cepat pada teknologi 4G LTE akan mampu memaksimalkan kualitas layanan pada format video dan gambar, sehingga efektivitas penyampaikan pesan akan bisa ditingkatkan. Karena itu, XL tidak ragu untuk memasang target tinggi untuk tahun 2016 mendatang.
VP XL East Region, Desy Sari Dewi, mengatakan pihaknya memiliki visi dalam menyelenggarakan layanan "mobile adversiting" adalah menjadi media agnostic atau bebas yang dapat melayani brand secara "end to end".
Melalui Adreach, XL akan terus mengembangkan solusi iklan digital yang semakin efektif untuk mencapai objective dari para brand klien kami. Salah satunya adalah mengkombinasikan antara keunggulan teknologi telko dengan socsal media, sehingga secara profil segmen menjadi target akan lebih tajam dan terukur.
"Hadirnya layanan internet cepat 4G akan mendukung pencapaian target pada tahun depan," katanya.
Desy menambahkan, hadirnya layanan 4G LTE akan sangat berpengaruh dalam pengembangan layanan mobile advertising. Keberadaan akses internet cepat akan mempermudah penyampaian iklan kepada pasar yang dituju, tidak hanya berbentuk teks/tertulis saja, namun juga berupa gambar dan video.
Dengan demikian, iklan yang disampaikan akan mampu lebih meningkatkan "engagement" antara pelanggan dengan materi iklan. Iklan menjadi lebih efektif karena secara "user experience" pelanggan juga akan lebih mendapatkan kualitas gambar dan akses pada layanan data yang lebih baik.
Hingga akhir 2015, lebih dari 30 kota di Indonesia akan terlayani oleh internet cepat 4G LTE. Sebagian besar dari kota-kota tersebut merupakan kota besar di mana juga menjadi target pemasaran pemilik brand. Perluasan wilayah layanan 4G LTE untuk tahun depan, juga sudah dipersiapkan sejak saat ini.
Seiring dengan hal itu, terus meningkat pula pengguna smartphone 4G. Hal ini tidak terlepas dari mudahnya pelanggan XL dalam berpindah ke layanan 4G, mengingat ekosistem yang lengkap, termasuk kemudahan dalam mendapatkan ponsel 4G berharga terjangkau.
Saat ini tidak kurang dari 3.000 brand secara nasional telah memanfaatkan layanan iklan digital "AdReach" dari XL. Sebagian di antaranya adalah brand ternama dari 6 kategori bisnis utama, yaitu "consummer good", elektronik, otomotif, "e-commerce", perjalanan wisata dan perbankan.
Selain itu, XL juga melayani dan mendukung kalangan usaha kecil menengah (UKM). "Ada sekitar 300 UKM yang telah memanfaatkan layanan 'AdReach'," ujar Dessy.
Saat ini sudah tercapai lebih dari Rp 154 juta dari Rp 200 juta target "mobile advertising east region" tahun 2015. Dan lebih dari 20 perusahaan telah memanfaatkan layanan iklan digital "AdReach" dari XL.
UKM sendiri merupakan salah satu target "klien dari AdReach", dan sudah tersedia solusi khusus yang terjangkau bagi UKM untuk beriklan. "Adreach" juga sudah bekerja sama dengan beberapa komunitas untuk membantu UKM dalam beriklan. Sebagai contoh, Komunitas Tangan Di Atas (TDA), HIPMI, Bank Perkreditan Rakyat, dan Gopher (periklanan Google). Kontribusi UKM di dalam bisnis "AdReach" secara kesuluruhan adalah sebesar 10 persen.
Beberapa keunggulan layanan "AdReach" XL, adalah "AdReach" dapat mengetahui siapa yang akan disasar, waktu yang disesuaikan dengan objektif brand, serta hasil lebih efektif yang dapat diukur dan dianalisis.
Selain itu, "AdReach" mempunyai keunggulan dalam inovasi solusi, yang sesuai dengan objektif brand dan menggabungkan solusi media mobile dengan media sosial, seperti Facebook, Instagram, dan Twitter.
XL melihat peluang bisnis iklan digital ke depan sangat besar terutama karena behavior pelanggan sampai dengan saat ini semakin tergantung dengan media mobile atau ponsel. Karena itu, ponsel dapat menjadi media yang sangat efektif dan mampu membangun "engagement" yang baik dengan target pasar.
Selain hal-hal yang terkait dengan regulasi, tantangan pada bisnis ini adalah menyangkut masalah adopsi industri terhadap media digital, kebiasaan pelanggan, dan perkembangan teknologi. Sepanjang tahun 2015 ini, AdReach berhasil mengembangkan layanan terhadap brand dengan peningkatan sebanyak 300 persen pada jumlah brand yang dilayani pada 2015. (*)


Editor: Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.