Pemerintah Mataram bangun posko terpadu siaga bencana

id BPBD posko bencana,Mataram,BPBD

Pemerintah Mataram bangun posko terpadu siaga bencana

Dokumen: Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Mahfuddin Noor (kiri baju oranye) mendampingi Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana memantau kesiapan personel dan logistik bencana. (ANTARA/Kominfo)

Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), telah membangun posko terpadu siaga bencana hidrometeorologi akibat anomali cuaca di kota ini.

"Posko terpadu kami siapkan di pintu bagian timur Kantor Wali Kota Mataram untuk memudahkan koordinasi dan pengurangan risiko bencana," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Mahfuddin Noor di Mataram, Selasa.

Ia mengatakan pembangunan posko siaga bencana menjadi salah satu upaya untuk memfokuskan kesiapsiagaan guna mempercepat informasi dan penanganan bencana secara terpadu.

"Apalagi beberapa pekan terakhir ini di Kota Mataram sudah terjadi banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung, akibat anomali cuaca," katanya.

Menurutnya, potensi bencana hidrometeorologi yang perlu diwaspadai sebagai dampak anomali cuaca, antara lain banjir, abrasi pantai, luapan air sungai, longsor, pohon tumbang, dan lainnya.

Karena itu, kata dia, pada posko tersebut selain disiapkan SDM dari masing dinas/instansi kebencanaan selama 24 jam, juga disiapkan sarana dan prasarana kebencanaan.

Beberapa dinas/instansi yang menangani kebencanaan selain BPBD, ada juga satgas dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait lainnya.

"Pembentukan posko ini sekaligus sebagai tindak lanjut dari penetapan status siaga bencana di Kota Mataram hingga 60 hari ke depan. Sebelumnya pada Jumat (8/12) kami sudah menggelar apel siaga bencana," katanya.

Ia menambahkan Kota Mataram merupakan salah satu dari 10 kabupaten/kota di NTB yang memiliki enam jenis bencana dari 10 jenis bencana yang kerap terjadi di provinsi tersebut.

Baca juga: Pada Kamis, Jakarta alami hujan ringan siang hari
Baca juga: BPBD Lombok Tengah mengimbau warga waspada banjir di awal musim hujan


Selain gempa disertai tsunami, kata dia, bencana lain yang mengancam wilayah Kota Mataram adalah banjir, kebakaran permukiman, konflik sosial, gelombang pantai, dan abrasi.

"Karena itulah berbagai potensi itu harus kami antisipasi sedini mungkin," katanya.