Festival kuliner dongkrak bisnis UMKM Jayapura

id Geliat festival kuliner, peningkatan ekonomi, UMKM, Kota Jayapura, Papua Oleh Ardiles Leloltery

Festival kuliner dongkrak bisnis UMKM Jayapura

Pelaku UMKM Kota Jayapura yang dilibatkan dalam ajang Baku Timba Fest 2024 di Papua Youth Creative Hub, Kota Jayapura ANTARA/Ardiles Leloltery

Jayapura (ANTARA) - Ingar bingar perhelatan festival kuliner di Kota Jayapura, Papua, saat ini menjadi peluang bagi setiap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan pendapatan. Tidak hanya usaha kuliner, pelaku usaha kerajinan tangan dan fesyen juga merasakan dampak dari setiap ajang yang dilaksanakan baik oleh Pemerintah maupun swasta.

Festival Irian Creative Week menjadi salah satu calendar event yang setiap tahun dilaksanakan Dinas Pariwisata Kota Jayapura. Ajang tersebut menyasar kaum muda, khususnya para pelajar, untuk mengembangkan potensi masing-masing sekolah di daerah berjuluk Port Numbay  tersebut.

Ajang yang dilaksanakan dalam rangka HUT Kota Jayapura itu banyak melibatkan pelaku UMKM khususnya anak muda yang baru berkembang sebagai upaya Pemerintah untuk mendorong mereka lebih mandiri.

Selain itu, Festival Baku Timba (Baku Timbah Fest) yang diadakan oleh Octow Entertainment sangat membantu Pemerintah Kota Jayapura baik dari sisi peningkatan pendapatan UMKM maupun pendapatan asli daerah (PAD) setempat.

Baku Timba Fest telah dilaksanakan sejak Januari 2023 dan hingga kini sebanyak 500 UMKM yang tersebar di Kabupaten dan Kota Jayapura sudah dilibatkan dengan total perputaran uang selama pelaksanaan event itu mencapai Rp30 miliar.

Saat ini juga muncul festival Imlek yang digelar oleh Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia untuk Tanah Papua dalam rangka memperingati Tahun Baru Imlek. Ajang tersebut direncanakan akan diusulkan ke dalam calendar  event nasional oleh Dinas Pariwisata Kota Jayapura pada 2025.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura Matias Mano mengakui adanya berbagai festival kuliner sangat membantu UMKM, yang selain untuk mempromosikan produk, juga meningkatkan pendapatan hingga 75 persen.

Seperti pada ajang Irian Creative Week, pelaku UMKM yang terlibat bisa mendapatkan omzet Rp1,4 juta per hari sehingga ajang tersebut menjadi salah satu agenda yang dinantikan oleh UMKM di Kota Jayapura.

Festival ini juga dilakukan berkolaborasi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Papua dan digabungkan dengan pekan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai upaya untuk memperkenalkan anak muda dan masyarakat Kota Jayapura terhadap ekosistem pembayaran digital.


50 Festival

Untuk terus mendongkrak pendapatan pelaku UMKM di Kota Jayapura, Dinas Pariwisata setempat telah mengeluarkan calendar event yang akan diselenggarakan selama 2024.

Dengan semakin banyak festival maka makin banyak warga yang akan mengunjungi Kota Jayapura, baik dari Kabupaten Keerom maupun Kabupaten Jayapura.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura Matias Mano mengatakan sebanyak 50 festival akan diselenggarakan pada 2024 dan Dinas Pariwisata merangkum lima top event yang patut dikunjungi oleh masyarakat salah satunya ialah Irian Creative Week.

Kemudian Festival Port Numbay yang akan berlangsung setelah Hari Raya Idul Fitri 2024 akan mengusung tema "Ekspolre Kampung" yang berlangsung di Kampung Yoka. Kegiatan itu dikhususkan untuk mengeksplorasi potensi yang ada di 14 kampung di Kota Jayapura.

Selanjutnya Festival Kopi merupakan kolaborasi antara Dinas Pariwisata Kota Jayapura bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua dalam rangka HUT kemerdekaan RI yang di dalamnya juga terdapat kompetisi yang diikuti oleh penyaji kopi.

Sementara Festival Numbay Kreatif akan dilaksanakan pada September 2024, yang agendanya menjadi ajang bagi setiap pelaku ekonomi kreatif di Kota Jayapura untuk menampilkan hasil karya.

Festival Numbay Kreatif menjadi wahana untuk pengembangan kreativitas sehingga Papua lebih maju, berdaya saing, dan mampu sejajar dengan provinsi lain di Tanah Air.

Ajang itu juga sebagai upaya optimalisasi potensi produk lokal yang unggul serta penciptaan ekosistem industri ekonomi kreatif agar bisa berkontribusi bagi Papua dalam mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat.

Papua Reggae Festival akan dilaksanakan pada Oktober 2024, yang agendanya akan menjadi kesempatan bagi semua seniman di Kota Jayapura khususnya genre musik reggae.


Membuka ruang

Pemkot Jayapura berkomitmen mendukung generasi muda di daerah ini untuk terus meningkatkan bakat di berbagai bidang seperti seni, budaya ekonomi kreatif, dan kuliner.

Hal tersebut karena Ibu Kota Provinsi Papua tersebut tidak memiliki tambang namun bermodalkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.

Penjabat Wali Kota Jayapura Frans Pekey meminta generasi muda terus berkreasi dan inovasi karena pihaknya telah meluncurkan Jayapura sebagai Kota Kreasi.

"Kami harap generasi muda di Kota Jayapura menunjukkan potensi yang dimiliki di setiap ajang," katanya.

Generasi muda merupakan calon pemimpin masa depan bangsa untuk itu teruslah berkarya guna membangun Tanah Papua ke depan menjadi lebih baik lagi.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Faturachman mengatakan pihaknya senantiasa mendorong perkembangan anak muda di Bumi Cendrawasih tersebut. Selain potensi kreativitas, BI juga peduli terhadap perkembangan digital, salah satunya bertransaksi menggunakan QRIS.

Irian Kreatif Week merupakan ajang yang sangat bagus untuk dimanfaatkan sebagai peluang meningkatkan potensi anak muda yang begitu akrab dengan perkembangan teknologi digital.

Kanwil Bank Indonesia Papua mencatat perkembangan transaksi menggunakan QRIS di Papua diikuti dengan jumlah merchant hingga Januari 2024 sebanyak 185.592 merchant.

Dari jumlah itu, Kota Jayapura merupakan wilayah yang memiliki merchant terbanyak di Papua yakni 170.542 merchant.

Selain itu, pelaku UMKM di kota Jayapura sudah semakin banyak yang menggunakan QRIS sebagai upaya dalam memudahkan transaksi non tunai.

Jumlah pengguna QRIS di Papua hingga Februari 2024 sebanyak 2.200 lebih, sementara nominal transaksi QRIS hingga kini sekitar Rp716 miliar.

Dengan adanya zona QRIS di seluruh ajang yang melibatkan UMKM seperti Irian Kreatif Week diharapkan dapat memperkenalkan anak muda dan masyarakat secara keseluruhan di Papua terhadap ekosistem pembayaran digital yang cepat tepat, mudah, murah, aman dan andal.

"QRIS  juga dapat meningkatkan adopsi teknologi digital menuju kota pintar dan inklusivitas keuangan di Kota Jayapura," katanya.