Para aktor ungkap "teriakan" film adalah kritik sosial

id Indro Warkop,Coki Pardede,Keluarga Super Irit

Para aktor ungkap "teriakan" film adalah kritik sosial

Para aktor film "Keluarga Super Irit" Coki Pardede (kanan), Indro Warkop (tengah), dan Onadio Leonardo (kiri) saat membahas filmnya dengan awak media di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (3/5/2025). ANTARA/Abdu Faisal

Jakarta (ANTARA) - Para aktor film "Keluarga Super Irit" Coki Pardede dan Indro Warkop menyepakati bahwa kekuatan sebuah film untuk menyampaikan pesan atau "berteriak", terletak pada relevansi kritik sosialnya terhadap realitas yang terjadi di masyarakat.

Saat ditemui di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (3/5), Coki Pardede berbagi pengalamannya membintangi film "Keluarga Super Irit". Coki mengatakan, meskipun trailer filmnya memiliki batasan durasi, esensi "teriakan" film itu baru akan terasa saat penonton menyaksikan keseluruhan cerita.

Coki juga menyoroti premis film komedi keluarga ini yang menurutnya akan selalu relevan di berbagai zaman. Terlebih, situasi saat ini (dolar sedang tinggi) dinilai semakin menghubungkan penonton dengan tema gaya hidup irit yang diangkat.

Ia pun mengajak masyarakat untuk menjadikan film ini sebagai pilihan saat libur sekolah yang akan datang. Film ini dijadwalkan tayang perdana di bioskop seluruh Indonesia mulai 12 Juni.

Sejalan dengan Coki, aktor senior Indro Warkop memaknai film seperti halnya hidup. Dalam hidup, sebuah proses pembelajaran tidak akan pernah ada lulusnya, karena dibatasi oleh kematian.

Baca juga: Sutradara: "Perang Kota" bukan sekadar film pertempuran bersenjata

Begitupun film, ia dapat menjadi wadah untuk menyampaikan pesan yang tidak akan pernah ada kata berhenti, meskipun terbatas oleh durasi. Film yang dibintanginya bersama Coki memiliki karakter-karakter yang menunjukkan kemampuan untuk menerapkan gaya hidup minim kepuasan di tengah keadaan konsumtif di lingkungan sekitar. Teriakan film ini adalah suara yang meyakini kebersamaan sebuah keluarga lebih penting dari kepuasan materi.

"Ini sebetulnya adalah sebuah ungkapan yang paradoks di tengah kita yang sekarang konsumtif banget dan kita berbicara mengenai sebuah hal yang irit kayak gitu," kata aktor bernama lengkap Mahatkarta Indrodjojo Kusumonegoro itu.

Indro berharap penonton dapat mengambil saripati pelajaran hidup dari film tersebut, meskipun disajikan dengan cara yang santai dan menghibur.

Baca juga: Film "Dendam Malam Kelam" ditayangkan 28 Mei 2025

Ia juga mengajak penonton untuk mengajak keluarga, termasuk anak-anak, karena film tersebut menyoroti pentingnya peran orang dewasa dalam tumbuh-kembang "buah hati".

Indro Warkop, Onadio Leonardo, Oki Rengga, Dayu Wijanto, dan Coki Pardede membintangi satu judul film yang sama, "Keluarga Super Irit".

Di film itu, Indro menyebutkan bahwa dia akan memerankan sosok kakek bagi putra-putri di "Keluarga Super Irit" yang diperankan Widuri Putri Sasono (Sally), Dru Prawiro Sasono (Billy) dan Den Bagus Satrio Sasono (Kenny), sekaligus bapak dari tokoh Toni Sukaharta yang diperankan oleh Dwi Sasono.

Sementara Coki Pardede mengatakan perannya di film adalah sebagai penjaga warung internet bernama Rozak di rumah baru "Keluarga Super Irit". Dalam trailer film "Keluarga Super Irit" yang berdurasi sekitar dua menit diperlihatkan Coki dengan adegan komedi menggembalakan kambing yang dibawa Indro.

Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.