Positif corona ke-18 di Malaysia adalah warga yang bekerja di Makau

id corona,corona malaysia,malaysia

Positif corona ke-18 di Malaysia adalah warga yang bekerja di Makau

Menteri Kesehatan Malaysia, Dzulkefly Ahmad saat jumpa pers beberapa waktu lalu. Foto ANTARA/Agus Setiawan  (1)

Kuala Lumpur (ANTARA) - Kasus positif virus corona atau #2019nCoV ke-18 di Malaysia merupakan warga setempat yang bekerja di Makau dan pernah melakukan perjalanan ke  China daratan sebelum balik ke Malaysia.

"Laki-laki tersebut dalam keadaan stabil dan dirawat di ruang isolasi Hospital Sungai Buloh. Sebagai tindak lanjut kasus ini Kementerian Kesehatan Malaysia sudah melakukan pelacakan kontak terdekat," ujar Menteri Kesehatan Malaysia,  Dzulkefly Ahmad saat jumpa pers di Putrajaya, Senin.

Dia mengatakan sebanyak 22 orang kontak terdekat dari terjangkit ke-18 corona yang melibatkan warga negara setempat sudah diidentifikasi.

"Tiga dari mereka adalah anggota keluarga yaitu ibu, adik dan anak saudara, manakala selebihnya adalah anggota tim kesehatan," katanya.

Dzulkefly Ahmad mengatakan aktivitas pelacakan kontak terdekat masih berlangsung untuk mengenal betul kontak-kontak terdekat yang lain.

Hingga Senin ini jumlah kumulatif kasus positif virus terkait adalah 18 kasus yaitu delapan kasus dari Patient Under Investigation (IPU) atau dalam penyelidikan PUI,
delapan kasus dalam kalangan kontak terdekat dan dua kasus rakyat Malaysia yang dibawa balik dari Wuhan setelah melakukan misi bantuan.

"12 dari terjangkit adalah warga negara China, manakala enam warga negara setempat.
Dari 12 kasus positif ini sebanyak tiga kasus telah keluar dari rumah sakit. Pertama balita, kemudian yang di Johor Bahru dan terakhir di Hospital Kuala Lumpur," katanya.

Dia mengatakan bagi tiga kasus yang telah keluar dari rumah sakit telah menjalani ujian deteksi ulang corona dan didapati negatif sebanyak dua kali berturut-turut.

"Kami minta semua warga KKM untuk lebih peka kepada situasi terkait corona untuk memperkukuh kesiapsiagaan dan respons terhadap penyakit ini," katanya.