Penyerang anggota polisi di lereng Gunung Lawu dimakamkan

id Penyerahan jenazah penyerang polisi

Penyerang anggota polisi di lereng Gunung Lawu dimakamkan

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah Kombes Pol.Wihastono Yoga Pranoto menyerahkan jenazah pelaku penyerang anggota Polres Karanganyar ke pihak keluarga di kamar jenazah RS Bhayangkara Semarang, Senin. (ANTARA/ I.C.Senjaya)

Semarang (ANTARA) - Terduga pelaku penyerangan terhadap anggota Polres Karanganyar di lereng Gunung Lawu, berinisial KW, dimakamkan di TPU Kedungmundu Semarang.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah Kombes Pol.Wihastono Yoga Pranoto di Semarang, Senin, mengatakan, keputusan untuk memakamkan pelaku tersebut telah mendapat persetujuan keluarga yang bersangkutan.

"Pertimbangannya, informasi dari Direktur Intelijen Polda Jawa Timur, ada penolakan kalau dimakamkan di tempat asalnya," katanya.

Menurut dia, keputusan untuk memakamkan di Semarang ini atas pertimbangan kemanusiaan.

"Akan kami makamkan secara layak di TPU Kedungmundu," katanya.

Selain itu, kata dia, juga telah ada pernyataan tidak keberatan dari pihak keluarga.

Kepastian identitas pelaku penyerangan anggota Polres Karanganyar itu didasarkan atas penelusuran sidik jari, pencocokan DNA, serta keterangan keluarga yang membenarkan.

Pelaku sendiri diketahui bernama Karyono Widodo warga Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

Sementara itu adik pelaku, Rohman Budi Santoso, mengaku, pihak keluarga sudah ikhlas dengan pemakaman di Semarang ini.

"Keluarga sudah ikhlas dan sepakat dimakamkan di Semarang," katanya saat serah terima berkas jenazah Karyono Widodo.

Sebelumnya diberitakan, orang tak dikenal menyerang anggota Polres Karanganyar saat kegiatan susur Gunung Lawu dalam rangkaian HUT Bhayangkara, Minggu (21/6).

Sopir Wakapolres Karanganyar Kompol Busroni, Bripda Hanif Ariyono mengalami luka di sejumlah bagian tubuhnya akibat serangan senjata tajam pelaku.

Pelaku sendiri tewas setelah petugas menembak kaki pelaku sebanyak tiga kali. Pelaku diduga kehabisan darah saat mendapat perawatan.

Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar