Mataram, 24/2 (ANTARA) - Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Nusa Tenggara Barat (NTB) segera menyalurkan beras miskin (Raskin) kepada 586.571 Rumah Tangga Sasaran (RST) dengan jumlah alokasi sebanyak 105.582.780 kg.
"Jumlah tersebut meningkat sekitar 18.986 RTS dari sebelumnya 567.578 RTS dengan jumlah beras lebih dari 99 ribu kg," kata Kepala Divisi Regional Bulog NTB H. Angky Rito kepada wartawan di Mataram, Selasa.
Dikatakannya, jumlah RTS yang akan menerima raskin tersebar di Kota Mataram, 26.615 RTS dengan jumlah beras 4.790.700 kg, Lombok Barat 125.746 RST beras 22.634.280 kg, Lombok Tengah 131.644 RTS beras 23.695.920 kg.
Selanjutnya Lombok Timur 149.773 RST beras 26.959.140 kg, Sumbawa 45.149 RTS beras 8.126.540 kg, Sumbawa Barat 9.803 RTS beras 1.764.540 Kg, Dompu 28.841 RTS beras 5.191.380 Kg, Bima 58.032 RTS beras 10.445.760 KG dan Kota Bima sebanyak 10.968 RTS dengan beras 1.974.240 kg.
Setiap RTS mendapatkan jatah beras sebanyak 15 kg dengan harga Rp1.600 per kg dan jatah 15 kg tersebut harus diterima oleh warga miskin.
Jatah untuk bulan Januari dan Februari 2009 tercatat sebanyak 8.798.565 kg dan akan dibagikan Mulai maret 2009.
Menurut Angky, mulai 2009, pembagian raskin tidak lagi mengenal istilah bagi rata karena warga miskin meminta jatahnya diberikan semua.
Agar warga miskin bisa mendapat jatah utuh, maka pihak Bulog Regional NTB kini sedang membuat kartu Daftar Penerima Manfaat (DPM) dan dalam kartu tersebut ditulis 15 kg untuk setiap warga miskin.
"Pembagian beras miskin akan dipusatkan di kantor desa atau kelurahan, sehinga masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi untuk mengambil jatahnya sendiri," katanya. (*)