Pemkot Mataram menyiapkan dana BTT Rp10 miliar untuk vaksin COVID-19

id BTT,mataram,covid

Pemkot Mataram menyiapkan dana BTT Rp10 miliar untuk vaksin COVID-19

Dokumen: kegiatan vaksinasi tenaga kesehatan (nakes) di Puskemas Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. (Foto: ANTARA/Nirkomala)

Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, telah menyiapkan dana belanja tidak terduga (BTT) sebesar Rp10 miliar, dengan prioritas penggunaan untuk pelaksanaan vaksin COVID-19 di tingkat kelurahan melalui Puskesmas.

"Dari BTT Rp10 miliar itu, sebesar Rp7,7 miliar dialokasikan untuk vaksin COVID-19 melalui di 11 Puskesmas. Jadi masing-masing puskesmas mendapatkan Rp700 juta," kata Asisten II Bidang Administrasi Pembangunan dan Perekonomian Setda Kota Mataram H Mahmuddin Tura di Mataram, Selasa.

Dia mengatakan, dana BTT untuk vaksin COVID-19 sebesar Rp7,7 miliar tersebut sebagai antisipasi untuk pelaksanaan vaksin bagi masyarakat umum, apabila sudah tidak ditanggung pemerintah.

"Jadi alokasi anggaran vaksin yang kita siapkan sifatnya antisipasi. Kalau, ke depan pemerintah masih menanggung kebutuhan vaksin, anggaran tersebut akan disesuaikan kembali," katanya.

Sementara sisa dana BTT sebesar Rp2,3 miliar, tambah Mahmuddin, akan digunakan untuk kebutuhan penanganan kebencanaan lain, baik bencana alam maupun nonalam.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram dr H Usman Hadi sebelumnya, mengatakan, untuk kegiatan vaksin COVID-19 dengan sasaran masyarakat untuk tahap pertama diprioritaskan bagi kalangan lanjut usia (lansia) atau usia di atas 60 tahun.

"Pelayanan akan kita berikan melalui 160 posyandu karang lansia di 50 kelurahan, untuk mendekatkan pelayanan bagi lansia agar mereka tidak jauh-jauh ke fasilitas kesehatan (faskes)," katanya.

Menurutnya, data "by name by address" potensi sasaran vaksinasi lansia di Kota Mataram sebanyak 13.366 orang sudah ada, sehingga petugas di kelurahan tinggal memberikan undangan atau panggilan untuk datang saat kegiatan posyandu lansia.

Dikatakan, kendati pelayanan vaksinasi lansia dilaksanakan melalui posyandu tetapi berbagai prosedur dan tahapan sebelum pemberian vaksin COVID-19 tetap sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang ada.

"Kita tetap menyiapkan empat meja, yakni meja pendaftaran, skrining, vaksinasi dan meja monitoring," katanya.