Seorang remaja 17 tahun tewas saat unjuk rasa di Senegal

id Senegal, remaja tewas, oposisi, protes,Maccky Sall

Seorang remaja 17 tahun tewas saat unjuk rasa di Senegal

Dokumentasi - Polisi berupaya memadamkan api di tengah jalan saat terjadi aksi protes atas jam malam berlaku sejak fajar hingga senja di seluruh negeri sebagai pencegahan penularan virus corona (COVID-19), di Dakar, Senegal, Kamis (4/6/2020). REUTERS/Christophe Van Der Perre/nz/djo

Dakar (ANTARA) - Seorang anak laki-laki berusia 17 tahun tewas oleh tembakan di Senegal selatan pada Sabtu dan beberapa kantor polisi diserbu ketika penentang Presiden Macky Sall menyerukan lebih banyak protes pekan depan, kata seorang pejabat pemerintah.

Remaja itu tewas dalam bentrokan di kota selatan Diaobe, kata pejabat itu, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya. Para pengunjuk rasa juga membakar sebuah kantor polisi militer dan merangsek beberapa gedung pemerintah, kata pejabat itu.

Sedikitnya lima orang tewas dalam protes yang dipicu oleh penangkapan Ousmane Sonko, pemimpin oposisi Senegal yang paling terkemuka pada Rabu. Ini adalah kerusuhan politik terburuk dalam beberapa tahun bagi negara yang secara luas dipandang sebagai salah satu negara paling stabil di Afrika Barat.

Seorang juru bicara polisi militer Senegal mengonfirmasi satu orang tewas dalam bentrokan di Diaobe tetapi tidak mengatakan dalam keadaan apa. Dia mengatakan pengunjuk rasa merangsek enam kantor polisi di seluruh negeri pada Sabtu.

Sonko, yang menempati posisi ketiga dalam pemilihan presiden 2019, ditangkap setelah seorang karyawan salon kecantikan menuduhnya memperkosanya. Sonko membantah tuduhan itu dan mengatakan itu adalah upaya Sall untuk menjerat saingan politiknya.

Pemerintah membantahnya.

Sebagian besar pengunjuk rasa muda juga melontarkan berbagai keluhan lain, termasuk pengangguran yang tinggi dan langkah-langkah ketat untuk mengendalikan virus corona yang telah menimbulkan kerugian ekonomi, terutama pada pekerja informal.

Banyak yang meragukan tuduhan terhadap Sonko karena dua saingan utama Sall lainnya sebelumnya menjadi sasaran tuduhan kriminal yang mencegah mereka mencalonkan diri sebagai presiden pada 2019.

Dalam sebuah pernyataan, koalisi oposisi Gerakan untuk Membela Demokrasi (M2D) menyerukan protes nasional selama tiga hari yang dimulai pada Senin.

"M2D ... menyerukan kepada rakyat Senegal untuk melakukan mobilisasi dan perjuangan damai dengan menggunakan semua hak konstitusionalnya untuk menolak kediktatoran Macky Sall," katanya.

Sumber: Reuters
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar