Pasien COVID-19 meninggal di Kota Mataram jadi 120 orang

id covid,meningga,mataram

Pasien COVID-19 meninggal di Kota Mataram jadi 120 orang

Ilustrasi: kegiatan pelayanan vaksinasi COVID-19 untuk lanjut usia (lansia) di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. (Foto: ANTARA/Nirkomala)

Mataram (ANTARA) - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengatakan sesuai data terakhir Senin (15/3), jumlah pasien COVID-19 meninggal di kota itu menjadi 120 orang atau sekitar 4,9 pesen dari total kasus.

"Angka kematian pasien COVID-19 Mataram sekitar 4,9 persen itu masih di atas nasional dan rata-rata di Provinsi Nusa Tenggara Barat," kata Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Kota Mataram I Nyoman Swandiasa di Mataram, Senin.

Ia mengatakan, genapnya pasien COVID-19 yang meninggal menjadi 120 orang tersebut, karena adanya tambahan satu pasien COVID-19 yang terkonformasi meninggal pada Senin (15/3) yang memiliki penyakit komorbid.

"Data dari dinas kesehatan menyebutkan 99 persen pasien COVID-19 meninggal karena penyakit komorbid, dan semuanya telah dimakamkan sesuai dengan protokol kesehatan COVID-19," katanya.

Swandiasa yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram itu menjelaskan, selain terkomfirmasi satu pasien COVID-19 meninggal, berdasarkan data terakhir juga terkonfirmasi 11 pasien dinyatakan sembuh dan ada tambahan 10 kasus positif baru COVID-19.

"Dengan demikian, secara akumulasi jumlah pasien sembuh tercatat 2.290 orang dan pasien masih isolasi di rumah sakit sebanyak 69 orang," katanya.

Menurutnya, temuan pasien positif baru COVID-19 saat ini masih masuk kategori klaster perkantoran, sementara untuk klaster keluarga sudah mulai landai setelah adanya isolasi terpusat bagi pasien positif COVID-19 tanpa gejala.

"Terkonfirmasinya positif COVID-19 Wakil Gubernur NTB dan Ketua Pengadilan Negeri Mataram, indikasi kategori klaster perkantoran masih terjadi," katanya.

Terkait dengan itu, Swandiasa mengimbau masyarakat agar tetap disiplin melakukan pencegahan COVID-19 melalui gerakan 5M, yakni menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan.

"Harapan kami, masyarakat bisa kooperatif mendukung pemerintah memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di daerah ini serta meningkatkan imunitas," katanya.