"Saya pikir dia (Catherine de Medici) adalah orang pertama yang memahami kekuatan mode," kata Chiuri kepada Reuters dalam sebuah wawancara pada Selasa (27/9) waktu setempat, menggambarkan bagaimana ratu Prancis abad ke-16 telah memperkenalkan platform heels untuk mengangkat perawakannya yang mungil.
Model-model dalam rok melingkar lebar berbentuk lonceng, celana pendek renda, dan mantel hitam panjang yang dilapisi bunga bersulam, berlenggak lenggok melalui struktur gua yang rumit, diukir dari lapisan karton. Di tengah runway, seniman Eva Jospin mendirikan taman Tuileries.
"De Medici memperkenalkan bordir ke kalangan bangsawan Prancis," kata Chiuri. Bordir tiga dimensi inilah yang Chiuri sematkan pada pakaian dalam berenda halus, namun tetap menjaga modernitas. Chiuri menggunakan kain dengan teknik khusus untuk rok crinoline dan membiarkan bagian perut terbuka untuk banyak penampilan.
"Idenya adalah untuk menciptakan pesta baroque dengan cara kontemporer," kata Chiuri.
Baca juga: JFW 2023 ingin jadi ajang pengakuan industri fesyen IndonesiaBaca juga: Fashion show batik Sasambo angkat kearifan lokal
Para tamu undangan berkumpul di pinggir runway di bawah payung, terdapat sejumlah selebriti termasuk bintang K-Pop dari Blackpink Jisoo, Natalie Portman dan Maggie Gyllenhaal. Rumah mode milik LVMH itu menandai hari kedua peragaan busana siap pakai untuk Paris Fashion Week, yang berlangsung hingga 4 Oktober.
Pewarta : Maria Rosari Dwi Putri
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026