Mataram, 2/8 (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sedang mempersiapkan proses tender pembangunan gedung pusat promosi dan pelelangan mutiara internasional yang rencananya dibangun di sekitar lokasi Bandara Internasional Lombok, Kabupaten Lombok Tengah.
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB H Ismail, di Mataram, Kamis, mengatakan gedung pusat pelelangan mutiara tersebut direncanakan rampung pada Desember 2012 dan akan diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
"Acara peresmian bertepatan dengan peringatan Hari Nusantara pada 13 Desember 2012. Jadi proyek pembangunan fisik dalam waktu dekat segera dimulai. Sekarang dalam persiapan proses tender di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa Pemprov NTB," katanya.
Ia mengatakan, gedung pusat pelelangan mutiara itu akan dibangun di lahan seluas 1.000 meter persegi, namun luas lahan yang akan dipakai untuk fisik gedung dan lahan pakir mencapai 400 meter persegi.
Pemerintah Provinsi NTB juga akan membangun pusat kuliner dan sarana penjualan produk unggulan NTB di areal pusat promosi dan pelelangan mutiara tersebut dengan memanfaatkan lahan yang tersisa seluas 600 meter persegi.
Proyek tersebut didanai oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Nilainya sebesar Rp5 miliar yang dialokasikan untuk kegiatan perencanaan pengawasan Rp500 juta serta pembangunan fisik gedung Rp4,5 miliar, sedangkan dari APBD senilai Rp700 juta.
Gedung itu akan dibangun berlantai dua, lantai satu untuk kegiatan promosi, dan lantai dua untuk pelelangan mutiara yang rencananya digelar empat hingga lima kali dalam setahun.
Pemanfaatan gedung tersebut, kata Ismail, tidak hanya oleh para pengusaha mutiara dari NTB, tetapi juga dari seluruh sentra mutiara berkualitas di Indonesia, seperti Maluku dan Papua.
"Jadi semua pengusaha mutiara tingkat nasional dan internasional akan berkumpul di pusat promosi dan pelelangan mutiara pertama di Indonesia itu. Jadwalnya empat hingga lima kali setahun," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Provinsi NTB HM Rusdi mengatakan pihaknya juga sedang mempersiapkan rencana pembangunan pusat kuliner berkoordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan serta Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah.
Dana pembangunan pusat kuliner tersebut bersumber dari dana APBD senilai Rp700 juta, sedangkan lahan yang digunakan merupakan milik Pemkab Lombok Tengah yang sudah bersertifikat sesuai yang disyaratkan Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Pemerintah Provinsi NTB.
"Ada 70 unit sarana penjualan kuliner yang akan kami bangun. Semuanya untuk pedagang kaki lima di sekitar Bandara Internasional Lombok," ujarnya. (*)