Bamsoet diangkat sebagai Waka Dewan Kehormatan Asosiasi BP PTSI

id Bambang Soesatyo,Bamsoet,Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia,Asosiasi BP PTSI,Perguruan tingg

Bamsoet diangkat sebagai Waka Dewan Kehormatan Asosiasi BP PTSI

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (tengah) saat menerima pengurus Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Asosiasi BP PTSI) di Jakarta, Kamis (18/5/2023). ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi

Jakarta (ANTARA) - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo diangkat sebagai Wakil Ketua Dewan Kehormatan Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Asosiasi BP PTSI). Bamsoet, sapaan karibnya, mengatakan bahwa Asosiasi BP PTSI yang terbentuk pada 2003 bertujuan sebagai satu wadah untuk bersama-sama mempersiapkan civitas akademika yang mampu berperan aktif dalam era globalisasi, serta membangun dunia pendidikan tinggi di Indonesia.

"Asosiasi BP PTSI mempunyai peran strategis membangun sinergi dan kolaborasi, serta mendorong peningkatan kapasitas dan kapabilitas perguruan tinggi swasta," kata Bamsoet saat menerima pengurus Asosiasi BP PTSI di Jakarta, Kamis.

Bamsoet mengatakan sistem pembelajaran pun harus disesuaikan dengan memanfaatkan teknologi informasi, mengingat semangat pembaharuan dunia pendidikan merupakan keniscayaan, terlebih akibat pandemi COVID-19. Dia mengingatkan bahwa dunia pendidikan di Indonesia masih menyisakan banyak persoalan. Berdasarkan peringkat pendidikan negara-negara di dunia, Indonesia menempati peringkat ke-54 dari 78 negara di dunia sebagaimana yang dipublikasikan World Population Review pada 2021.

Dia menyebut salah satu persoalan besar yang dihadapi bangsa Indonesia adalah terkait ketimpangan dan keterbatasan akses pendidikan, yang dapat tergambar dari kesenjangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

"Di mana IPM di DKI mencapai 81,11. Sementara IPM di Provinsi Papua hanya 60,62. Ketimpangan tersebut juga terlihat dari rendahnya Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi yang pada tahun 2021 tercatat sebesar 31,18 persen," tuturnya.

Baca juga: Diperlukan peraturan perizinan senjata api bela diri sipil
Baca juga: Ketua MPR Bamsoet rayakan malam takbiran bersama tokoh lintas agama


Dia juga menambahkan bahwa jumlah mahasiswa di Indonesia selalu meningkat dari tahun ke tahunnya, sementara daya tampung perguruan tinggi negeri cenderung stagnan. Sebagai gambaran, lanjut dia, pada Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2022 dari 800.852 pendaftar, hanya 192.810 peserta yang diterima atau sekitar 24,07 persen.

"Karena itu, kehadiran perguruan tinggi swasta harus menjadi solusi mengatasi ketimpangan dan keterbatasan akses terhadap pendidikan tinggi. Tidak hanya dari aspek kuantitas, tetapi juga kualitas," ucapnya. Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Ketua Umum Asosiasi BP PTSI Thomas Suyatno dan Sekretaris Dewan Penasihat Asosiasi BP PTSI Sulastiana.