Pebalap sepeda Wout Van Aert cedera patah tulang selangka dan rusuk akibat kecelakaan

id wout van aert,cedera,patah tulang,tim visma,balap sepeda

Pebalap sepeda Wout Van Aert cedera patah tulang selangka dan rusuk akibat kecelakaan

ARSIP - Pebalap sepeda tim Visma Wout van Aert mengikuti balapan "Dwars Door Vlaanderen" sejauh 188,6 kilometer dari Roeselare menuju Waregem, pada Rabu (27/3/2024). (ANTARA/AFP/DAVID PINTENS)

Jakarta (ANTARA) - Pebalap sepeda Belgia Wout van Aert mengalami cedera patah tulang selangka dan sejumlah tulang rusuk saat terjatuh dalam kecepatan tinggi, ketika mengikuti ajang Around Flanders, Rabu.

Bintang berusia 29 tahun itu kini dipastikan akan absen pada Tour of Flanders yang berlangsung Minggu (31/3), serta Paris-Roubaix pekan depan. Namun ia berpeluang kembali membalap di Giro d’Italia yang akan berlangsung Mei mendatang.

Insiden pada Rabu itu terjadi saat para pebalap sepeda di grup terdepan sedang memacu sepedanya sampai kecepatan 60 kilometer/jam. Van Aert terjatuh di permukaan yang tidak rata, sebelum dihantam oleh pebalap sepeda lainnya. Saat dibawa untuk menaiki ambulans, Van Aert berteriak kesakitan dengan kondisi baju balapnya telah mengalami banyak robek dan terdapat beberapa luka di punggungnya.

“Sayangnya, Wout van Aert mengalami beberapa patah tulang saat kecelakaan di Dwars door Vlaanderen pada hari ini,” demikian pernyataan timnya, Visma, seperti dikutip dari AFP.

“Patah tulang selangka dan beberapa tulang rusuk didiagnoa di rumah sakit. Belum jelas berapa lama waktu pemulihan yang akan ia butuhkan. Ia dipastikan akan absen pada Tour de Flanders, Paris-Roubaix, dan Amstel Gold Race,” tambahnya.

Amstel Gold Race akan berlangsung pada 14 April, sedangkan Giro d’Italia akan dimulai pada 4 Mei. Pada pekan lalu, Van Aert mengatakan ia mengincar untuk memenangi empat stage.

Kekuatan kayuhan dan stamina Van Aert merupakan faktor-faktor kunci dalam kesuksesan Visma dalam memenangi Giro d’Italia, Tour de FRance, dan Vuelta Espana musim lalu. Ia memenangi sembilan stage di Tour de France. Selain itu, perannya sebagai “road manager” membuat dirinya menjadi bintang dengan bayaran tertinggi di Visma, bersama pemenang Tour de France Jonas Vingegaard, yakni sekira empat juta euro per musim.

Keluar dari zona nyaman

Van Aert yang menyadari bahwa ia telah memasuki masa senja dalam kariernya, memutuskan untuk mengincar balap-balap monumental. Dimulai dengan Paris-Roubaix, Tour de Flanddrs, Giro, dan Olimpiade di Paris pada Juli.

“Selalu bertahan di zona nyaman merupakan hal termudah, namun realitasnya adalah saya belum pernah memenangi Rounde (Flanders) dan Roubaix,” ucap Van Aert saat meninggalkan pemusatan latihan Visma di Tenerife, Spanyol, awal Maret.

Baca juga: Indonesia tuan rumah Asia Road Race Championship 2025
Baca juga: Mantan pebalap Rohan Dennis didakwa atas kematian Melissa Hoskins


“Melewatkan balapan Strade Bianche dan Milan-San Remo merupakan keputusan sulit,” ucapnya mengenai dua balapan yang sudah pernah ia menangi.

Van Aert akan menjadi salah satu kandidat peraih medali emas untuk dua kategori balapan di Olimpiade 2024, yakni individual time trial dan balap 273 kilometer di Paris. Balapan Rabu dimenangi oleh rekan setim Van Aert, Matteo Jorgensen, yang sebelumnya memenangi balapan Paris-Nice pada awal Maret.