Pembangunan infrastruktur Mandalika capai 60 persen

id Pembangunan Infrastruktur ,Mandalika,Capia 60 persen,Lombok,Pariwisata NTB

Direktur Konstruksi dan Operasi PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Ngurah Wirawan dan Direktur Pengembangan PT ITDC Edwin Darmasetiawan saat memberikan keterangan terkait perkembangan pembangunan KEK Mandalika, Lombok Tengah, NTB.

Sejak tahapan KEK Mandalika kita kerjakan, dimulai dari zona barat areal di sepanjang Pantai Kuta, Masjid Nurul Bilad, hingga Novotel sudah mencapai 60 persen. Sedangkan, untuk badan jalan utama sudah selesai
Praya (Antaranews NTB) - Direktur Konstruksi dan Operasi PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Ngurah Wirawan mengungkapkan, progres pembangunan infrastruktur di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, sudah mencapai 60 persen.

"Sejak tahapan KEK Mandalika kita kerjakan, dimulai dari zona barat areal di sepanjang Pantai Kuta, Masjid Nurul Bilad, hingga Novotel sudah mencapai 60 persen. Sedangkan, untuk badan jalan utama sudah selesai," kata Ngurah di Praya, Jumat.

Selain jalan dan infrastruktur lainnya, Ngurah Wirawan menyebutkan, persentase ini meliputi progres pembangunan sejumlah hotel berstandar internasional. Sedangkan, untuk pembangunan badan jalan di zona tengah yang diproyeksikan sebagai lokasi sirkuit MotoGP seluas 160 hektar baru mencapai sepuluh persen.

Ngurah mengatakan, perusahaan internasional berbasis di Prancis Vinci Construction Grand Projects (VCGP) direncanakan menandatangani Land Use & Development Agreement (LUDA) untuk membangun sirkuit MotoGP pada akhir bulan ini.

Selain sebagai sirkuit, jalan yang dibangun merupakan jalan kawasan yang bisa dilalui sehari-hari, seperti layaknya sirkuit di Monaco, Singapura dan Makau.

"Bedanya dengan Monaco, Singapura dan Makau, di sana itu kotanya dulu baru bangun jalannya, di kita ini benar-benar baru semua, baik jalan dan kawasan," ucapnya.

Menurutnya, kelebihan dari jalur yang dilalui tentu lebih menantang dan menawarkan pemandangan alam yang mungkin tidak bisa didapatkan di tempat lain. Meski demikian tetap harus sesuai standar sirkuit internasional.

"Jadi semua mengacu sesuai standar internasional, seperti tikungannya dan kualitas jalannya, sehingga bisa untuk menyelenggarakan MotoGP," kata Ngurah Wirawan. (*)
Pewarta :
Editor: Nur Imansyah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar