OJK edukasi warga Pulau Bungin hindari rentenir

id OJK NTB,Pulau Bungin

Warga Pulau Bungin, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), antusias mengikuti sosialisasi tentang industri jasa keuangan yang diberikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama PT PNM (Persero), PT Pegadaian (Persero), dan PT Jasindo (Persero), di Pulau Bungin, Kamis (14/3). (Foto ANTARA/Awaludin) (1) (1/)

Mataram (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nusa Tenggara Barat mengedukasi warga Pulau Bungin, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, agar menghindari rentenir yang memberikan pinjaman dengan bunga relatif tinggi.

"Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami menyampaikan ajakan jangan sampai bersentuhan dengan rentenir yang berkedok macam-macam, termasuk "koperasi" abal-abal," kata Kepala OJK NTB, Farid Faletehan, di Pulau Bungin, Kamis.

OJK NTB menggelar sosialisasi dan edukasi keuangan di Pulau Bungin, bekerja sama dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Area Sumbawa, PT Pegadaian (Persero), dan PT Jasindo.

Farid mengatakan kegiatan sosialisasi kepada warga Pulau Bungin yang sebagian besar nelayan penting dilakukan karena mereka mampu memperoleh pendapatan tapi budaya konsumtifnya tinggi dan belum mampu mengelola keuangannya dengan baik.

Oleh sebab itu, kata dia, melalui sosialisasi dengan lembaga keuangan diharapkan warga Pulau Bungin termotivasi untuk mengelola keuangan dengan berbagai cara. Misalnya, menabung di bank, atau mengamankan asetnya di perusahaan asuransi.

"Kami juga berupaya mendekatkan lembaga keuangan untuk memberikan informasi bahwa ada produk-produk untuk mikro yang bisa dimanfaatkan jika membutuhkan modal usaha, seperti produk Mekar PNM," kata Farid.

Sementara itu, Manager Area Sumbawa, Evi Fitriani, mengatakan pihaknya menyediakan produk "Mekar" atau singkatan dari Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera. Produk tersebut difokuskan untuk pelaku usaha mikro, kecil dan menengah yang membutuhkan permodalan yang relatif tidak besar.

Nasabah bisa memperoleh pinjaman mulai dari Rp2 juta dengan angsuran Rp50 ribu per minggu dan Rp3 juta dengan angsuran Rp75 ribu per minggu selama satu tahun masa pinjaman.

Untuk bisa memperoleh pinjaman modal dengan memanfaatkan produk mekar cukup dengan menyerahkan foto copy kartu tanda penduduk (KTP) suami-isteri, kartu keluarga dan persetujuan suami.

"Pinjaman tanpa ada jaminan, yang penting syarat-syarat terpenuhi dan wajib ditahu sama suami, itu lah kunci dari produk Mekar, kami tidak memproses permohonan tanpa restu suami," kata Evi.

Khusus di Pulau Bungin, kata dia, produk Mekar sudah dimanfaatkan oleh lebih dari 350 orang yang aktif sampai saat ini. Mereka rata-rata mendapat pinjaman Rp3 juta dan berkeinginan untuk melanjutkan kemitraan dengan PNM. 
 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar