GUATEMALA TERANCAM KEKURANGAN PANGAN

id

Guatemala City, (ANTARA) - Guatemala berniat mengirimkan truk-truk bantuan pangan untuk lebih dari 400.000 keluarga pada beberapa bulan mendatang karena mereka menderita kekurangan pangan akibat kekeringan, kata Presiden Alvaro Colom, (9/9).

Colom mengumumkan bahwa Guatemala kini dalam status `negara dalam bencana` karena sedang menghadapi kekurangan pasokan pangan, sebab kekeringan yang berkepanjangan mengurangi panen bahan pangan utama seperti jagung dan kacang-kacangan sampai 50 persen, sebagaimana dikutip dari Reuters.

Dia mengatakan kepada wartawan bahwa tindakan itu tampaknya tidak cukup, maka Guatemala akan mengimbau bantuan negara lain serta meminta bantuan untuk penyampaian bantuan pangan itu ke daerah-daerah yang paling parah, seperti di timur Guatemala City.

Banyak orang di Guatemala kini menderita kekurangan gizi, sementara itu terjadi penurunan tajam pengiriman uang ke dalam negeri dari keluarga-keluarga yang bekerja di Amerika Serikat.

Hal itu menjadikan keluarga-keluarga miskin semakin sulit untuk mendapatkan pangan yang layak, kata para pekerja.

"Tahun ini situasinya lebih kritis dan tampaknya banyak anak yang menderita kekurangan gizi ...kehilangan berat badan dan lesu tanpa gairah," kata Rubelci Alvarado, direktur program Save the Chilren`s di Guatemala kepada Reuters.

Tahun lalu pemerintah mengirimkan paket-paket pangan kepada sekitar 70.000 keluarga pada Oktober.

Tahun ini, kekeringan telah mendorong pengiriman pasok pangan dalam beberapa pekan, dengan target enam kali dari jumlah keluarga yang ada.

Di sektor pertanian, Guatemala adalah penghasil kopi, gula dan perkebunan kepala sawit.(*)


Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar