KONSUL: kETEGANGAN MALAYSIA-RI DISELESAIKAN SECARA DIPLOMATIK

id

     Pontianak (ANTARA) - Konsul Malaysia di Pontianak, Mohamad Zairi Bin Mohamad Basri menyatakan ketegangan antara Malaysia - Indonesia akhir-akhir ini hendaknya dapat diselesaikan melalui cara diplomatik dan bukan dengan emosi dan saling mencela.

     "Kedua negara, yaitu Malaysia - Indonesia hendaknya menyelesaikan semua ketegangan secara diplomatik bukan dengan emosi dan cela-mencela (saling menjelekkan)," kata Mohamad Zairi Bin Mohamad Basri dalam sambutan Memperingati Hari Kemerdekaan ke-52, Malaysia dan Rumah Terbuka Malaysia di Pontianak, Sabtu.

     Ia mengatakan, Malaysia sangat menghormati kedaulatan negara-negara tetangganya seperti Indonesia serta menganggap penting upaya meningkatkan keamanan di kedua belah pihak.

     Oleh karena itu, Konsul Mohamad Zairi mengajak kedua negara untuk menyikapi isu-isu yang belakangan sangat mempengaruhi hubungan baik kedua negara tersebut dengan bijaksana.

     "Mari kita menyikapi semua isu-isu tersebut dengan bijak agar tidak merusak hubungan kedua negara," katanya.

     Ia menambahkan, kalau hubungan antara Malaysia - Indonesia bisa berjalan dengan aman dan tentram maka akan mendorong pertumbuhan ekonomi di kedua negara, seperti investasi di bidang perkebunan sawit yang saat ini sedang gencar-gencarnya dilakukan Malaysia.

     Ia memperkirakan, sebesar 4 juta miliar dolar AS investor asal Malaysia yang menanamkan investasi di segala bidang di Provinsi Kalimantan Barat. "Kalau iklim investasi kedua negara semakin baik maka tidak menutup kemungkinan akan semakin bertambah," ujarnya.

     Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis mengatakan hubungan antara Kalbar (Indonesia) - Malaysia hingga saat ini baik-baik saja.

     "Buktinya investor asal Malaysia masih banyak yang berminat menanamkan investasinya ke Kalbar," ujarnya.

     Ia percaya hubungan baik antara Kalbar - Malaysia akan semakin lebih baik lagi, ibarat buah kelapa semakin tua buahnya maka akan semakin banyak lemaknya.

     Sebelumnya, Ketua Gabungan Perusahaan Perkebunan Indonesia (GPPI) Kalbar, Ilham Sanusi, mengatakan sebanyak 12 perkebunan besar di bidang sawit dari 50 perusahaan yang ada di provinsi itu milik investor asing.

     "Sebagian besar perkebunan besar milik asing yang bergerak di bidang pengembangan sawit milik investor dari Malaysia," katanya.

     Saat acara, Konsul Malaysia menyatakan tiga perusahaan sawit besar dari negara itu ikut menyumbang bagi korban gempa di Sumatra Barat.(*)


Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar