Polres Mataram siapkan pengalihan arus urai kemacetan saat "lebaran topat"

id pengalihan arus

Personel kepolisian mengatur dan mengalihkan arus lalu lintas dalam perayaan "lebaran topat" di simpang empat kawasan wisata Pantai Tanjung Karang, Mataram, NTB. (ANTARA/Dhimas BP)

Mataram (ANTARA) - Kepolisian Resor Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyiapkan pengalihan arus di sejumlah titik jalan yang tujuannya untuk mengurai kemacetan pada saat perayaan "lebaran topat".

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Mataram AKP Ricky Yuhanda di Mataram, Rabu, mengatakan, konsentrasi pengaturan arus lalu lintas di jalur menuju kawasan wisata sepanjang pantai Ampenan, salah satunya di Taman Loang Baloq, pusat perayaan "lebaran topat" untuk wilayah Kota Mataram.

"Jadi sekarang anggota sudah kami tempatkan di lapangan, baik di dalam kawasan wisata maupun di sekitar jalur menuju kawasan wisata," kata Ricky.

Dari lokasi pengamanan di kawasan wisata, salah satunya di jalur Lingkar Selatan Kota Mataram, pihak kepolisian telah menjalankan rekayasa arus lalu lintas. Nampak sejumlah jalur telah dialihkan untuk mengurai kemacetan.

"Jadi rekayasa arus ini dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan," ujarnya.

Lebih lanjut, dalam pantauan Antara hingga Rabu pagi (12/6), pukul 10.00 Wita, arus lalu lintas di Kota Mataram, khususnya jalur menuju kawasan wisata di sepanjang pesisir pantai Ampenan terlihat masih lancar.

Ricky memprediksikan kemacetan akan mulai terjadi pada Rabu (12/6) siang, setelah waktu Shalat Dzuhur.

"Kita prediksikan siang nanti mulainya (macet) sampai sore, arus balik," ucapnya.

Untuk kondisi arus balik, pihaknya telah menyiapkan pengalihan arus kendaraan di dua titik, yakni di bundaran Jalan Lingkar Selatan, di wilayah Jempong, dan simpang tiga Pasar Kebon Roek.

"Untuk pengalihan arus di simpang tiga Pasar Kebon Roek, pastinya kita tunggu koordinasi dengan Polres Lombok Barat, kalau dari arah Senggigi mulai membludak, kita akan bantu alihkan lewat jalur ke Gunungsari," kata Ricky.

Dalam kesempatan tersebut, Ricky juga mengimbau kepada masyarakat yang ingin merayakan "lebaran topat" di kawasan wisata Kota Mataram, untuk tidak mengangkut penumpangnya menggunakan kendaraan barang sejenis "pick-up".

"Kalau pun ada, akan kita tindak," ucapnya.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar