Zakir Naik klarifikasi ke polisi Malaysia terkait tuduhan rasisme

id Zakir Naik

Zakir Naik saat bersama mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi (Foto ANTARA / Istimewa) (1)

Mataram (ANTARA) - Pendakwah ternama asal India yang kini menjadi penduduk tetap di Malaysia, Dr Zakir Naik, telah memberikan klarifikasi kepada Polisi Diraja Malaysia (PDRM) atas tudingan bahwa ia bersikap rasial.  

Klarifikasi tersebut dilakukan Zakir di markas PDRM Bukit Aman, Senin (19/8), namun media yang menunggunya hingga larut malam tidak berhasil bertemu dan baru Selasa (20/8) pukul 12.30 waktu setempat pernyataannya beredar melalui video.

"Saya selalu menjadi orang yang damai karena itulah yang diperjuangkan oleh Al-Qur'an. Sudah misi saya untuk menyebarkan perdamaian ke seluruh dunia. Sayangnya, saya menghadapi pencela yang mencoba mencegah saya menjalankan misi saya," katanya.

Zakir menyadari bahwa selama beberapa hari terakhir ini ia dituduh menyebabkan perselisihan rasial di Malaysia. Menurut dia, para pencela menggunakan kalimat selektif yang diambil di luar konteks dan menambahkan pemalsuan aneh ke dalamnya.

"Hari ini, saya telah mengklarifikasi sikap saya kepada polisi. Namun hal itu membuat saya sedih bahwa seluruh episode ini telah menyebabkan banyak orang non-Muslim menganggap saya rasis. Itu juga membuat saya khawatir karena mereka yang terluka belum mendengar pidato saya, tetapi mendasarkan kesan mereka pada kutipan di luar konteks saya. Itu adalah penyebab kekhawatiran bagi saya karena itu merusak citra Islam dan berfungsi untuk mengusir orang dari Islam," katanya.

Baca juga: PDRM bakal interogasi Dong Zhong dan Zakir Naik

Zakir berpandangan rasisme adalah kejahatan yang sangat dia lawan, seperti yang diperingatkan Al-Quran, dan kebalikan dari semua yang dia perjuangkan sebagai seorang pengkhotbah Islam.

Dia juga mengutip pidato perpisahan Nabi Muhammad, yang mengatakan tidak ada orang Arab yang lebih tinggi daripada orang non-Arab, juga bukan orang non-Arab yang lebih unggul daripada orang Arab.

Dalam pernyataannya, dia juga mengutip sejumlah ayat Al-Qur'an yang menyatakan Allah menciptakan manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku untuk saling mengenal.

"Meskipun saya telah mengklarifikasi diri, saya merasa saya harus meminta maaf kepada semua orang yang merasa sakit hati karena kesalahpahaman ini. Saya tidak ingin ada di antara Anda yang menyimpan perasaan tidak enak pada saya. Bukan niat saya untuk membuat marah individu atau komunitas. Itu bertentangan dengan prinsip dasar Islam, dan saya ingin menyampaikan permintaan maaf saya yang tulus atas kesalahpahaman ini," katanya.

Zakir juga membuat seruan, terutama kepada non-Muslim, agar meluangkan waktu untuk mendengarkan pidatonya secara keseluruhan di YouTube, Peace TV, dan aplikasi seluler Peace TV.

"Terakhir tetapi tidak sedikit, saya sangat tersentuh oleh ratusan ribu orang yang mendukung saya. Saya ingin mengucapkan terima kasih yang tulus kepada Anda semua. Jazaak Allaahu Khairan. Semoga Allah SWT membalas kalian semua dengan yang terbaik," katanya.
Pewarta :
Editor: Ihsan Priadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar