Dinas Kearsipan memberikan layanan gratis enkapsulasi arsip korban gempa

id mataram,arsip,enkapsulasi

Dinas Kearsipan memberikan layanan gratis enkapsulasi arsip korban gempa

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Mataram Hj Siti Miftahayatun (kanan) didampingi Arsiparis Muda Kota Mataram Puji Ani (kiri) menunjukan "tisu jepang" sebagai bahan untuk menyelamatkan arsip dengan kondisi rusak parah. (Foto : ANTARA News/Nirkomala).

Mataram (ANTARA) - Dinas Kearsiapan dan Perpustakaan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), memberikan layanan gratis enkapsulasi arsip korban gempa bumi tahun 2018, untuk menyelamatkan arsip keluarga para korban gempa bumi.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Mataram, Hj Siti Miftahayatun di Mataram, Minggu, mengatakan, pelayanan enkapsulasi gratis kepada para korban gempa bumi ini diprioritaskan untuk jenis arsip keluarga.

"Akibat gempa bumi, ternyata banyak sekali arsip-arsip keluarga korban gempa yang rusak bahkan hilang. Karena itulah, kami memberikan layanan enkapsulasi gratis bagi para korban," tambahnya.

Arisp keluarga yang dimaksudkan dalam hal ini, sebut Miftahayatun yang didampingi Arsiparis Muda Kota Mataram, Puji Ani antara lain, ijazah, akta kelahiran, buku nikah, kartu keluarga dan dokumen penting lainnya.

"Alhamdulillah, sampai saat ini sudah banyak korban gempa bumi yang arsip keluarganya kami selamatkan dengan menggunakan enkapsulasi," katanya.

Menurutnya, penyelamatan arsip keluarga dengan sistem enkapsulasi merupakan salah satu cara melindungi arsip dengan melapisi arsip menggunakan "plastic polyester" dan bahan perekat "double tape", serta memberikan ruang udara.

"Rongga udara berfungsi agar sirkulasi udara ke dalam arsip tetap ada, sehingga tidak membuat arsip lembab," ujarnya.

Ia menjelaskan, selama ini sistem penyimpanan arsip dengan laminating yang kerap kali digunakan masyarakat ternyata keliru, sebab kalau arsip lapuk dan hendak diperbaiki, ketika dibuka kertas arsip otomatis langsung rusak tidak bisa diselamatkan.

Berbeda dengan sistem enkapsulasi apabila terjadi kerusakan, arsip masih bisa diselamatkan karena ketika "plastic polyester" dan bahan perekat "double tape", kertas arsip masih utuh tidak sobek seperti laminating.

"Kalau arsip yang akan kita selamatkan kondisinya sudah rusak parah dalam arti kertas sudah sangat lapuk, kita gunakan 'tisu jepang' untuk melapisi arsip agar bisa utuh kembali," lanjutnya.

Menurut dia, tisu jepang ini tidak dijual sembarangan, karena untuk mendapatkannya harus melalui Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), harganya juga lumayan yakni mencapai Rp8 juta hingga Rp10 juta per roll.

"Satu roll, dapat digunakan untuk menyelamatkan sekitar 100 hingga 150 arsip atau tergantung besar kecil arsip," katanya.

Selain memberikan pelayanan gratis enkapsulasi bagi para korban gempa bumi, pihaknya juga kini memberikan pelayanan gratis enkapsulasi bagi warga Kota Mataram, sebagai upaya antisipasi bencana.

"Bencana gempa bumi 2018 menjadi pelajaran kita, sehingga masyarakat harus antisipasi melakukan penyelamatan arsip keluarga dengan enkapsulasi. Untuk itu selama bahan masih ada, silahkan datang kami siap layani secara gratis," terangnya.

Pelayanan enkapsulasi gratis tersebut sekaligus untuk melihat animo masyarakat dalam upaya penyelamatan arsip keluarga, jika ternyata minat masyarakat tinggi maka pihaknya bisa menjadikan program tersebut sebagai program tetap setiap tahun.

"Hal itulah, yang menjadi dasar usulan pelaksanaan program dan anggaran," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar