Lombok Timur menganggarkan Rp5 miliar subsidi bunga pinjaman peternak

id Lombok Timur,Lotim Berkembang,Subsidi Bunga KUR

Lombok Timur menganggarkan Rp5 miliar subsidi bunga pinjaman peternak

Wakil Bupati Lombok Timur H Rumaksi Sjamsuddin (kiri dua), menyerahkan bukti pembayaran premi asuransi sapi kepada peternak yang menjadi peserta program TPKAD Lotim Berkembang, di Desa Pringgasela Timur, Lombok Timur, NTB, Jumat (4/12/2020). ANTARA/Awaludin

Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB),kembali mengalokasikan dana APBD tahun anggaran 2021 sebesar Rp5 miliar untuk subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar enam persen yang diberikan kepada peternak sapi oleh perbankan.

"Kami sudah pakai Rp5 miliar pada 2020. Kami anggarkan lagi Rp5 miliar pada 2021," kata Wakil Bupati Lombok Timur H Rumaksi Sjamsuddin pada acara peningkatan kapasitas peternak sapi peserta Program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) Lombok Timur Berantas Rentenir melalui Kredit tanpa Bunga, di Desa Pringgasela Timur, Lombok Timur, Jumat.

Kegiatan yang diikuti sebanyak 30 orang peternak tersebut dihadiri juga oleh Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB Farid Faletehan dan Pelaksana tugas Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lombok Timur drh H Achsan Nasirul Huda.

Rumaksi menyebutkan dana APBD tahun anggaran 2020 sebesar Rp5 miliar dialokasikan untuk membayar bunga KUR dan premi asuransi sapi bagi 5.555 peternak yang akan menjadi sasaran program pada tahun ini.

Masing-masing peternak yang sudah lolos verifikasi direkomendasikan untuk mendapatkan pinjaman dari BRI atau BNI maksimal sebesar Rp15 juta.

Dana pinjaman tersebut digunakan untuk membeli sapi kemudian dipelihara hingga dijual kembali. Hasil penjualan sapi tersebut digunakan untuk membayar pokok pinjaman ke bank, sedangkan bunganya diselesaikan oleh pemerintah daerah.

Pada 2020 program tersebut sudah terealisasi sebanyak 763 peternak dari berbagai kecamatan. Mereka rata-rata peternak berpengalaman yang sudah diverifikasi oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lombok Timur dengan bank mitra yakni BRI dan BNI.

"Jadi semua peternak yang mendapatkan bantuan subsidi bunga KUR diverifikasi secara ketat. Ada yang ditolak karena usia sudah 75 tahun dan ada juga ditolak karena salah pengertian karena menganggap bantuan yang diberikan tidak dikembalikan," ujarnya.

Ia meyakini bahwa program tersebut  akan mampu menekan angka kemiskinan di daerahnya yang paling tinggi di antara 10 kabupaten/kota di NTB.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) NTB tercatat jumlah penduduk miskin di Kabupaten Lombok Timur sebanyak 193.559 orang pada 2019 atau sebesar 16,15 persen. Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan data tahun sebelumnya sebanyak 130.002 orang.

"Dengan adanya Program Lotim Berkembang, kami berharap kepada peternak betul-betul bisa mengubah nasib keluarganya," ucap Rumaksi yang juga Ketua Tim Penurunan Angka Kemiskinan Kabupaten Lombok Timur.

 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar