Niat lerai penganiayaan di pasar, pria di Dompu ini malah kena bacok

id Bacok

Niat lerai penganiayaan di pasar, pria di Dompu ini malah kena bacok

Korban

Dompu (ANTARA) - Seorang pria paruh baya M Yasin (56), warga Kelurahan Bali Satu Kabupaten Dompu dibacok oleh sejumlah buruh pasar, Selasa (2/3) sekitar pukul 15.00 WITA. 

M Yasin berniat melerai aksi penganiayaan yang dilakukan oleh empat buruh pasar dan satu pelajar terhadap seorang pemuda yaitu Dewa (35), namun malah ia menjadi korban aksi brutal para buruh tersebut. 

Akibatnya M Yamin menderita luka bacokan di bagian punggung dan dilarikan ke Rumah sakit terdekat. 

Kapolres Dompu AKBP Syarif Hidayat SIK melalui Paur Humas Aiptu Hujaifah di Dompu, Rabu, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan dari lima tersangka, satu di antaranya telah menyerahkan diri dan satu lainnya masih dalam perawatan tim medis.

"Iya dua sudah diamankan, satunya masih dalam perawatan karena saat kejadian sempat dikeroyok warga yang melihat kejadian tersebut," ungkapnya. 

Awalnya Dewa menegur salah seorang tersangka yaitu GA (26) yang sering meminta atau memeras uang kepada seorang pengemis yang biasa mangkal di pasar Dompu.

Tidak terima ditegur GA pergi meninggalkan tempat tersebut, selang beberapa saat GA ternyata datang dengan empat orang temannya yang juga bekerja sebagai buruh pasar dan masing-masing membawa senjata tajam. 

Para buruh tersebut nyaris menganiaya Dewa, namun korban M Yasin mencoba melerainya. Saat itulah korban dibacok GA tepat di bagian punggungnya. 

Beberapa warga yang melihat kejadian di TKP berteriak minta tolong, para pelaku melarikan diri namun satu pelaku dikeroyok warga hingga babak belur. 

Untung saja aparat kepolisian Polsek Dompu segera mendatangi lokasi dan menyelamatkan pelaku dari amukan massa. 

"Satu tersangka dan korban M Yasin saat ini dirawat di rumah sakit Dompu," jelas Hujaifah. 

Saat ini polisi masih mengejar tiga tersangka lainnya yang melarikan diri. 

Pihak kepolisian juga melakukan penggalangan kepada warga di TKP dengan pendekatan persuasif terutama terhadap keluarga korban.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar