UMKM perkenalkan Rumah Lumbung Sasak lewat produk perhiasan

id gernas bbi,karya kreatif indonesia,umkm ntb,kerajinan mutiara,rumah lumbung

UMKM perkenalkan Rumah Lumbung Sasak lewat produk perhiasan

Indah Purwanti Ningsih menunjukkan produk terbarunya yang terinspirasi dari rumah adat suku Sasak yakni lumbung, berupa perhiasan kalung, anting dan gelang beserta produk lainnya dalam pameran produk UMKM Karya Kreatif Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, NTB, Rabu (3/3/2021). (ANTARA/Dhimas B.P.)

Mataram (ANTARA) - Salah satu usaha mikro, kecil, dan, menengah (UMKM) di Nusa Tenggara Barat memperkenalkan Rumah Adat Suku Sasak yakni Lumbung melalui koleksi produk perhiasan mutiaranya.

Perhiasan koleksi kerajinan UMKM Indah Mutiara Lombok yang berdomisili di Kota Mataram itu diperkenalkan kali pertamanya dalam pameran Karya Kreatif Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, NTB, Rabu.

"Koleksi perhiasan terbaru kami yang terinspirasi dari rumah lumbung ini terbuat dari kombinasi perak 925 dengan mutiaranya air laut," kata Indah Purwanti Ningsih, pemilik UMKM Indah Mutiara Lombok.

Indah memperkenalkan koleksi perhiasan terbaru produk kerajinan UMKM-nya ini dalam bentuk gelang, kalung, maupun anting. Produk ini, jelasnya, terbuat dari hasil kerajinan tangan masyarakat lokal.

"Perajinnya dari Pengge, Lombok Tengah dan Sekarbela, Mataram," ujarnya.

Selain koleksi perhiasan yang memperkenalkan rumah lumbung, UMKM Indah Mutiara Lombok juga memamerkan produk lain perpaduan mutiara dan kerang. Ragamnya diaplikasikan dalam koleksi bros.

Selanjutnya untuk pasar, Indah mengatakan bahwa bisnis UMKM produk lokal yang dijalankannya ini sudah cukup dilirik dalam skala nasional.

"Pasarnya rata-rata kalau di nasional bagus paling di Jakarta," ujarnya.

Kalau pasar internasional, lanjutnya, masih belum seramai pesanan dalam negeri. Namun produk Indah Mutiara Lombok, kata dia, sudah pernah dipamerkan ke luar negeri.

"Singapura, Malaysia, Shanghai, India. Kita pernah pameran di sana, itu sebelum pandemi," ucap dia.

Untuk saat ini yang masih era pandemi, Indah mengaku produknya juga terkena dampak. Omzet penjualannya menurun. Meskipun demikian, Indah tidak kehabisan akal, pemasaran produk masih terus dilakukan secara daring.

"Pasar 'online' juga lebih bagus dan lebih gampang. Meskipun penjualan menurun karena pandemi, tapi kita terus promosi lewat instagram, website dan juga 'market place'," kata Indah.


#gernasbbi




 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar