IPDN REGIONAL NTB MULAI LAKSANAKAN PERKULIAHAN

id

Mataram, 21/3 (ANTARA) - Institut Pemerintahan Dalam Negeri Regional Nusa Tenggara Barat, mulai melaksanakan aktivitas perkuliahan, meskipun masih menggunakan kampus sementara dalam kompleks Badan Pendidikan dan Latihan provinsi, di Mataram, Senin.

Aktivitas perkuliahan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Regional Nusa Tenggara Barat (NTB) sesuai Surat Edaran Mendagri Nomor 82.1/77/SJ-10 Januari 2011 tentang Penyelenggaraan IPDN Regional NTB, itu diawali dengan kuliah umum yang disampaikan Rektor IPDN I Nyoman Sumaryadi.

Sebanyak 150 orang praja muda menjalani aktivitas perkuliahaan semester dua di IPDN NTB. Semester pertama dijalani di Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTB H.M. Zaini, mengatakan, aktivitas perkulihaan IPDN NTB itu akan terus berlangsung hingga menghasilkan calon-calon birokrat.

"Sambil menunggu pembangunan kampus IPDN Regional NTB di Desa Puyung, Kabupaten Lombok Tengah, dirampungkan dalam dua tahun anggaran, kuliah tetap berlangsung di kampus sementara di Mataram," ujarnya.

Menteri Dalam Negeri telah menerbitkan Permendagri Nomor 60 tahun 2011 tentang Penetapan Kabupaten Lombok Tengah Sebagai Lokasi Pembangunan Kampus IPDN Regional NTB.

Ia mengatakan, meskipun aktivitas perkuliahaan IPDN Regional NTB sudah dimulai, namun peresmiannya baru akan digelar April mendatang, karena menyesuaikan dengan waktu luang Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Dijadwalkan, awal April mendatang Mendagri Gamawan Fauzi akan datang ke wilayah NTB guna meresmikan IPDN Regional NTB, sekaligus melantik para pejabat pengelola Kampus IDPN Regional itu.

Para pejabat itu antara lain H. Abdul Malik (mantan Sekda NTB) yang akan dilantik menjadi Direktur IPD Regional NTB, dibantu oleh tiga orang Asisten Direktur seperti DR Daniel (mantan Kepala Bappeda Kabupaten Lombok Tengah).

Sementara ini, kegiatan perkuliahan IPDN Regional NTB menggunakan dosen dari IPDN Jatinangor dan delapan orang dosen dari NTB.

Dosen dari NTB antara lain para pensiunan pejabat Pemprov NTB seperti DR Sirojul Munir (mantan Asisten Tata Praja Setda NTB), Darmadji (mantan Kepala Biro Organisasi Setda NTB), DR Syahrudin (Dosen Universitas Mataram).

"Tentu dosennya disesuaikan dengan kebutuhan, namun tetap ada dosen dari IPDN Jatinangor, karena aktivitas perkulihaan IPDN Regional NTB berada dalam pengawasan langsung Kementerian Dalam Negeri," ujarnya.

Sejak 2008 pemerintah berencana melebur IPDN Jatinangor menjadi IPDN Regional yang penyelenggaraannya di lima kota di Indonesia, yakni Mataram (NTB), Makasar (Sulawesi Selatan), Bukit Tinggi (Sumatera Barat), Banjar Baru (Kalimantan Selatan) dan Malang (Jawa Timur).

Setiap IPDN Regional itu memiliki jurusan yang berbeda yakni Manajemen Pembangunan, Manajemen Sumber Daya Manusia(SDM), Manajemen Keuangan, Manajemen Kependudukan dan Manajemen Pemberdayaan Masyarakat.

Namun, belakangan pemerintah menambah dua lokasi lagi masing-masing di Papua dan Kalimantan Barat sehingga nantinya akan ada tujuh lokasi kampus IPDN Regional, termasuk di NTB. (*)




Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.