Pesona destinasi "Wisatani Garden" di kaki Gunung Rinjani

id Sembalun Lawang

Pesona destinasi "Wisatani Garden" di kaki Gunung Rinjani

Bunga-bunga di Wisatani Garden, Sembalun, Lombok Timur. (istimewa)

Sembalun, Lombok Timur (ANTARA) - Sembalun bagian dari Kabupaten Lombok Timur merupakan salah satu wilayah di Nusa Tenggara Barat yang memiliki ratusan destinasi alam menarik untuk dijajal

Salah satu tempat yang direferensikan untuk wisatawan selain mendaki perbukitan dan gunung, juga tidak kalah menariknya untuk dikunjungi yakni, "Wisatani Garden". Merupakan destinasi wisata baru di kaki gunung Rinjani.

Lokasinya berada di Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur. Kawasan wisata ini berada 3 kilometer dari Taman Wisata Pusuk Sembalun dan tujuh kilometer dari Rest Area Sembalun pusat Kecamatan wilayah tersebut.

Wisatani Garden yang memiliki areal sekitar enam hektare dikelilingi perbukitan dan perkebunan, menawarkan berbagai macam atraksi wisata diantaranya, wisata strawberi, wisata bunga. Taman bunga inilah yang menjadi objek utama di lokasi wisata garden ini.

Selain itu tidak kalah menariknya wisatawan bisa juga menikmati keindahan panorama pegunungan Sembalun sangat eksotik dengan angle photo yang beragam, serta menikmati saat berkemah dengan suasana damai, nyaman dan aman.

Sebelum menjadi destinasi wisata, tempat ini awalnya tidak dimanfaatkan oleh pemiliknya, sadar akan keistimewaan lokasi ini kelompok pemuda Sembalun yang tergabung dalam sebuah komunitas yakni, Sembalun Community development Center (SCDC) mengubah lokasi ini menjadi lokasi wisata yang indah.

Tak ayal lokasi ini yang dulunya mati suri tidak dimanfaatkan kini menjadi terkenal dan dikunjungi banyak orang.

Manajer SCDC, Royal Sembahulun mengatakan, rata-rata pengunjung yang datang ke tempat itu berkisar antara 15-25 orang per harinya. Umumnya, berasal dari wistawan domestik Kota Mataram, Lombok Timur dan Lombok Barat, bahkan dari luar Lombok.

"Saat ini lumayan yang datang, paling banyak wisatawan domestik. Maklum kita baru buka sekitar tiga minggu yang lalu", katanya, Rabu (4/8).

Jumlah kunjungan wisatawan paling ramai biasanya pada hari-hari "weekend" yakni Sabtu dan Minggu. Selain berwisata tempat ini juga menjadi lokasi camping ground. Banyak dari wisatawan yang berkemah karena penasaran dengan keindahan lokasi ini.

Apalagi lokasi Wisatani Garden ini tidak jauh dari taman wisata Pusuk Sembalun, hanya butuh lima sampai tujuh menit menggunakan sepeda motor dan roda empat baru tiba di lokasi.

Terlebih lokasinya persis berdekatan dengan taman bunga yang dekat dari akses jelan utama Sembalun, yakni sekitar 31 kilometer dari tepi jalan raya jurusan Aikmal-Sembalun Lombok Timur.

"Untuk camping ground, kami segera menyiapkan fasilitasnya. Untuk saat ini belum siap, sabar ya," kata Royal.

Meski di tengah keterbatasan, ia bersama teman-temannya tetap melakukan strategi dengan mempromosikan paket Wisatani Garden melalui media sosial Facebook dan Instagram. Melalui platform media sosial tersebut membantu kedatangan pengunjung selama ini. Apalagi, baru dibuka untuk umum.

"Kita terus berinovasi membuat terobosan baru, agar para wistawan yang datang ke Sembalun banyak pilihan untuk dikunjungi. Sehingga bukan hanya sekali mereka datang, tapi berkali-kali," sebut Royal.

Harapannya dengan kehadiran destinasi wisata baru ini, dapat meningkatkan perekonomian anggotanya maupun masyarakat Sembalun dimasa pandemi COVID-19. Karena dengan secara tidak langsung mendatangkan income bagi masyarakat setempat, selain lokasinya sangat nyaman dan hening dari keramaian atau suasana kota.

Pengunjung juga bisa berkemah di camping ground dengan harga promo Rp80 ribu per orang termasuk sarapan, kalau lebih dari tiga orang hanya Rp65 ribu per tenda. Serta sambil memesan paket trekking dan panorama work melintasi area persawahan.

Tak perlu khawatir juga soal makanan. Di sekitaran lokasi tersedia lapak-lapak yang menyediakan makanan dan minuman sehingga para pengunjung tidak perlu repot membawa bekal dari rumah.

"Kalau bawa peralatan sendiri, wisatawan hanya sewa tempat kita kasiah harga 35 ribu per orang," kata Royal.

Sementara itu Mujiono, salah satu pengelola wisata tersebut menambahkan selain menikmati swafoto di tengah bunga yang aneka warna warni dan landscape pegunungan Sembalun. Wisatani Garden juga menyediakan sayur mayur segar siap dipetik sendiri olah pengunjung.

"Ingin sayur segar sambil berphoto, jangan lupa mampir ditempat kami ya," katanya.

Di sini juga, sambung Muji sapaan akrabnya, pengujung bisa menikmati Asian camping ground dengan ribuan bintang malam, dan kesejukan kabut pagi yang menyejukkan mata.

"Pastinya berkemping dengan latar belakang bunga yang indah, akan menambah suasana liburan anda," Muji.

Keindahan Rinjani

Keindahan Sembalun di kaki Gunung Rinjani sudah tak perlu dipertanyakan lagi. Dengan bentangan alam yang ciamik pasti akan membuat pengunjung merasa betah untuk berlama-lama. Di antaranya tujuh puncak Gunung Rinjani.

Gubernur Nusa Tenggara Barat H Zulkieflimansyah pernah menyebutkan "Sembalun Seven Summits" sebagai salah satu upaya dalam membangkitkan perekonomian masyarakat Sembalun di tengah pandemi COVID-19.

Sembalun Seven Summits yang digagas oleh pemuda Sembalun ini mendapat apresiasi oleh Gubernur. Gubernur berpesan agar gerakan ini juga dapat diikuti dengan sepenuh hati, sehingga dalam diri akan tumbuh rasa ketenteraman.

"Saya kira kalau kita naik, kita akan lihat bulan, kita lihat bintang, kita lihat matahari. Semakin tinggi kita naik, menjelajahi, maka semakin dalam kita akan menjelajahi jiwa dan perasaan kita sendiri karena itu, selamat pada pencanangan acara ini, mudah-mudahan bisa bersinergi," katanya.

"Mudah-mudahan mendatangkan keberkahan buat daerah kita, membantu ekonomi masyarakat dan membahagiakan kita semua, dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim acara ini kita luncurkan, mudah-mudahan sukses di kemudian hari," tambahnya.

Nah, tidak salahnya para wisatawan baik domestik maupun mancanegara untuk berkunjung ke Sembalun. Silakan menikmati sensasi alamnya yang memukau.
 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar