RSUD: 250 orang terlayani vaksin "booster" di ruang publik

id booster,publik,mataram

RSUD: 250 orang terlayani vaksin "booster" di ruang publik

Direktur Utama (Dirut) RSUD Kota Mataram dr Hj Ni Ketut Eka Nurhayati. (Foto: ANTARA/Nirkomala)

Mataram (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, berhasil melayani pemberian vaksinasi COVID-19 dosis ketiga terhadap 250 orang lebih melalui kegiatan vaksinasi COVID-19 penguat (booster) di ruang publik.

"Pada Sabtu (16/4-2022) kami membuka layanan vaksinasi 'booster' di Mataram Mall, animonya luar biasa dengan sasaran di atas 250 orang. Kalau digabung dengan layanan vaksin pertama dan kedua jumlahnya sekitar 700-an," kata Direktur Utama (Dirut) RSUD Kota Mataram dr Hj Ni Ketut Eka Nurhayati di Mataram, Selasa.

Ia mengatakan, tingginya animo masyarakat mendapatkan layanan vaksinasi penguat itu, dipicu karena pemerintah menetapkan vaksin booster jadi syarat mudik Lebaran 1443 Hijriah, untuk usia di atas 18 tahun.

Sedangkan untuk anak-anak usia di bawah 18 tahun, cukup sampai vaksin dosis kedua.

"Karena itu, momen ini akan kita manfaatkan untuk membuka layanan booster di tempat umum lagi. Kalau setelah lebaran, permintaan booster akan berkurang bahkan sepi," katanya.

Menurutnya, layanan vaksin COVID-19 penguat diprediksi akan terus meningkat seiring datangnya libur Lebaran meskipun bulan puasa, jumlah masyarakat yang datang untuk booster akan meningkat.

"Dengan booster, masyarakat bisa bebas mudik lebaran tanpa melalui tahapan tes usap (swab test) antigen COVID-19," katanya.

Dikatakan, saat ini layanan vaksinasi COVID-19 penguat di RSUD Mataram mengalami peningkatan signifikan dari hanya sekitar 20-30 orang sehari, kini menjadi 120 bahkan hingga 150 per hari.

Karenanya untuk menghindari terjadinya antrean panjang, jumlah petugas dan vaksinator disesuaikan. Kalau saat sepi vaksinatornya hanya satu, kini ditambah menjadi 2-3 orang.

"Apapun alasan masyarakat untuk melakukan vaksin booster, tetap kita layani selama stok vaksin tersedia," katanya.


 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2022