Praya, Lombok Tengah (ANTARA) - Sebanyak 17 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) korban kapal tenggelam di kepulauan Batam, asal Provinsi Nusa Tenggara Barat tiba di kampung halaman, setelah dipulangkan pemerintah melalui Bandara Lombok.

"Mereka (Red"CPMI) korban kecelakaan kapal dan hasil pencegahan di Perairan Pulau Putri, Kota Nongsa Batam, Provinsi Kepulauan Riau pada tanggal 16 Juni 2022," kata Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Lombok Tengah, Syamsul Rizal di Praya, Senin (18/9). 

Kepulangan 17 CPMI dibiayai pemerintah dan mereka diberangkatkan dari Bandara Internasional Hang Nadim, Batam ke Bandara Internasional, Lombok. Selanjutnya para CPMI tersebut dipulangkan menggunakan penerbangan Lion Air JT642 rute Batam – Jakarta – Lombok dengan perkiraan kedatangan di Bandara Internasional Lombok, pukul 15.00 Wita. 

"Sebelum pulang, mereka telah diberikan arahan supaya tidak berangkat secara ilegal," katanya. 

Para CPMI ilegal asal Lombok Tengah ini semula berjumlah 22 orang, namun 5 orang lainnya ada yang melarikan diri dan pulang dengan biaya sendiri, sehingga tersisa 17 orang.

"Total yang pulang sekarang ini sebanyak 17 orang," katanya. 

Untuk diketahui, kapal pengangkut 30 PMI ilegal dan 23 di antaranya berasal dari NTB dengan tujuan Malaysia mengalami kecelakaan di perairan laut Pulau Putri Batam, Kepulauan Riau, Kamis (16/6), sekitar pukul 19.30 WIB.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, I Gede Putu Aryadi mengatakan pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk melindungi dan menangani keselamatan warga NTB dalam musibah tersebut.

Adapun data sementara PMI asal Provinsi NTB yang berhasil diselamatkan antara lain enam orang dari Lombok Timur, lima orang dari Lombok Tengah, dua orang dari Lombok Barat.

Dari 23 TKI yang selamat satu diantaranya perempuan. Sementara satu TKI bernama Amat, terpaksa dilarikan ke RS Budi Kemuliaan, Kota Batam untuk dirawat intensif, lantaran sempat tenggelam dan kebanyakan minum air laut, serta 7 orang dinyatakan hilang. 


 

Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026