Harry menuturkan usaha batik Palbatu sempat terdampak mulai dari yang biasanya memproduksi kain hingga membuka kelas batik sempat tutup akibat pandemi COVID-19. Namun di sisi lain, dirinya harus ikut berkontribusi memulihkan ekonomi sehingga usaha harus tetap bergerak.
Maka dari itu, Harry menggelar program 1.000 kain batik yang bertujuan turut memulihkan ekonomi akibat pandemi. Harry akhirnya bisa membuktikan komitmennya bisa berhasil sampai saat ini dengan Rumah Batik Palbatu yang kembali dibuka. "Saya bisa buktikan setelah pandemi stok kain saya sudah cukup membanyak walau belum capai seribu saya selesaikan di akhir tahun," tuturnya.
Baca juga: Ribuan ASN Kota Jambi promosikan batik khas Jambi
Baca juga: Pembatik cilik ingin batik karya seniman difabel Karawang
Ke depannya, Harry berharap usaha ini terus berjalan dengan mengajak anak muda untuk bergabung belajar batik. Menurutnya, pihaknya harus berupaya memahami pola pikir anak muda di mana mereka menyukai batik yang membuat mereka terlihat hebat dan keren. "Yang dibuat mereka tidak harus mewah dan megah. Setidaknya karya mereka sudah mulai diperhatikan," kata Harry memberi semangat.
Pewarta : Luthfia Miranda Putri
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026