Pembatik cilik ingin batik karya seniman difabel Karawang

id Akeyla Naraya, pembatik cilik, Kampung Batik, Karawang

Pembatik cilik ingin batik karya seniman difabel Karawang

Pembatik berusia 12 tahun asal Karawang, Jawa Barat, Akeyla Naraya (kiri) berfoto bersama model peragaan busana batiknya yang juga berusia 12 tahun Kesha Wilhelmina (kanan) saat tampil di acara Sea World Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Rabu (28/9/2022). ANTARA/Abdu Faisal

Jakarta (ANTARA) - Pembatik cilik asal Indonesia, Akeyla Naraya (12) menginginkan batik karya seniman batik difabel di Karawang, Jawa Barat, mendunia. Keinginan itu disampaikan saat ditemui wartawan seusai menggelar peragaan busana di Sea World Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Rabu.

"Aku ingin Kampung Batik ada di Karawang, khususnya di tempatku di Cilamaya, supaya bisa lebih mengenalkan batik karya para seniman difabel di sana kepada dunia," kata Akeyla.

Akeyla yang kini duduk di kelas tujuh Sekolah Menengah Pertama di (SMP) itu bahkan sudah menggalang dana untuk membangun Kampung Batik di Karawang lewat salah satu situs donasi daring di Indonesia.

Dia ingin mimpinya membangun Kampung Batik Cilamaya bisa terwujud supaya Karawang memiliki salah satu destinasi wisata budaya yang bisa dikunjungi wisatawan mancanegara di Jawa Barat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun ANTARA dari situs tersebut, saat ini hasil donasi pembangunan Kampung Batik di Karawang baru terkumpul Rp722.061 dari target Rp200 juta, namun masih tersisa waktu untuk donasi sekitar 63 hari lagi.

Akeyla sudah tujuh tahun menggeluti dunia membatik di Indonesia. Keahlian tersebut dikembangkan sendiri oleh dara berusia 12 tahun itu setelah mendapat pengetahuan cara membatik dari seniman batik difabel di Karawang, Jawa Barat.

Berkat sumbangan pengetahuan membatik dari seniman membatik difabel tersebut, Akeyla bisa melanglang buana ke berbagai negara untuk menampilkan karyanya, mulai dari Rusia, Lebanon dan Kyrgistan.

Karya Akeyla bisa sampai ke luar negeri setelah mendapat ajakan ikut kurasi oleh teman ibunya. "Jadi waktu itu kami diajak ikut kurasi sama teman ibu aku, terus lulus, sehabis itu aku sama ibu diundang ke Moskow," kata Akeyla.

Akeyla mengatakan sangat senang bisa membawa nama Indonesia dan kearifan lokal Karawang untuk ditampilkan di Moskow. Dia mengatakan langsung mempersiapkan diri selama Juli hingga Agustus untuk menampilkan tema Kerajaan Indonesia di masa lampau pada ajang Festival Indonesia Moskow yang digelar setiap musim panas tersebut.

Baca juga: Guru di Mataram mulai kenakan batik Sasambo khas NTB
Baca juga: Pemerintah akan bagikan 50 syal Batik Lasem saat TWG G20


Setelah tampil di Festival Indonesia Moskow, kesempatan untuk tampil di berbagai ajang fesyen serupa kian terbuka buat Akeyla. Karyanya kembali tampil pada Event Indonesia Days di Beirut, Lebanon. Terakhir, pada Juni 2022, Akeyla diundang tampil di Nomad Fashion World di Kyrgistan. Karena itu, Akeyla ingin berperan untuk membalas budi teman-teman seniman difabel di Karawang dengan memfasilitasi pendirian Kampung Batik tersebut.

Kampung Batik Karawang nantinya bisa menjadi tempat pelatihan sekaligus pertunjukan seni yang melibatkan para seniman secara inklusif, agar warisan budaya asli Indonesia itu bisa semakin mendunia.