Harga emas berjangka menguat

id harga emas,emas berjangka,bursa Comex,Fed hawkish,inflasi tinggi,bunga Fed

Harga emas berjangka menguat

Emas batangan. ANTARA/IMAGO/Frank Sorge via Reuters/pri.

Chicago (ANTARA) - Harga emas sedikit menguat pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), memperpanjang kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut karena investor mencerna prospek Federal Reserve yang hawkish tentang suku bunga, mengimbangi dukungan dari penurunan dolar secara keseluruhan minggu ini.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, naik tipis 0,50 dolar AS atau 0,03 persen menjadi ditutup pada 1.971,20 dolar AS per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di 1.980,40 dolar AS dan terendah di 1.965,40 dolar AS.

Emas berjangka terdongkrak 1,80 dolar AS atau 0,09 persen menjadi 1.970,70 dolar AS pada Kamis (15/6/2023), setelah terangkat 10,30 dolar AS atau 0,53 persen menjadi 1.968,90 dolar AS pada Rabu (14/6/2023), dan merosot 11,10 dolar AS atau 0,56 persen menjadi 1.958,60 dolar AS pada Selasa (13/6/2023).

Emas turun 0,3 persen untuk minggu ini. "Ini sulit untuk emas karena Anda memiliki saham-saham yang terus meningkat dan Fed berbicara lebih hawkish," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA. "Tampaknya pasar yakin bahwa Fed hampir selesai dengan pengetatan karena semua orang masuk ke saham ... yang meredam permintaan untuk tempat berlindung yang aman."

Pejabat bank sentral AS mengeluarkan nada hawkish dalam komentar pertama mereka sejak pertemuan mereka minggu ini, karena laporan Fed mengatakan inflasi di bagian utama industri jasa "tetap tinggi dan belum menunjukkan tanda-tanda pelonggaran".

Berbicara pada sebuah konferensi Jumat (16/6/2023) di Oslo, Norwegia, Gubernur Federal Reserve Christopher Waller mengatakan bahwa tekanan keuangan pada faktor perbankan merupakan faktor yang akan diawasi oleh Fed dalam menentukan sikap kebijakan moneter yang tepat ke depan. "Inflasi tidak bergerak dan itu akan membutuhkan, mungkin, beberapa pengetatan lagi untuk mencoba menurunkannya," tambah Waller.

Berbicara pada Jumat (16/6/2023) di Ocean City, Maryland, Presiden Federal Reserve Richmond, Tom Barkin mengatakan dia merasa nyaman dengan kenaikan suku bunga lebih lanjut jika permintaan yang melambat tidak mengembalikan inflasi ke target 2,0 persen Federal Reserve dengan cukup cepat.

Baca juga: Saham Inggris untung hari kelima, indeks terkerek 0,19 persen
Baca juga: Saham Prancis berbalik menguat, indeks melonjak 1,34 persen


Dia memperingatkan bahwa menghentikan kenaikan suku bunga terlalu dini dapat menyebabkan inflasi yang lebih tinggi di kemudian hari. Pembacaan awal indeks sentimen konsumen Universitas Michigan yang dirilis Jumat (16/6/2023) naik menjadi 63,9 pada awal Juni dari 59,2 pada Mei. Para ekonom memperkirakan indikator berada di 60,2.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli terangkat 17,90 sen atau 0,75 persen, menjadi ditutup pada 24,126 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli tergelincir 4,60 dolar AS atau 0,46 persen, menjadi menetap pada 987,30 dolar AS per ounce.