Promosikan komoditas kopi Mamasa guna pacu pembangunan daerah

id Perkebunan kopi,kopi Mamasa,Sulbar,Komoditas Kopi

Promosikan komoditas kopi Mamasa guna pacu pembangunan daerah

Penjabat gubernur Sulbar Zudan Arif Fakhrullah mengunjungi usaha kopi dan akan membantu bibit untuk 100 hektare lahan petani di Mamasa, Sabtu (17/6/2023). (ANTARA Foto/M Faisal Hanapi)

Mamasa (ANTARA) - Masyarakat di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) diminta membantu mempromosikan kopi Mamasa yang menjadi komoditas andalan Sulbar agar dikenal untuk memacu pembangunan daerah.

"Kopi Mamasa harus dikenal diseluruh Indonesia, dan diseluruh dunia yang telah menjadi komoditi unggulan di Sulbar," kata Penjabat Gubernur Sulbar, Zudan Arif Fakhrullah di Mamasa, Sabtu. Ia mengatakan, masyarakat Sulbar dan khususnya di Kabupaten Mamasa diminta untuk mempromosikan kopi Mamasa agar terus dapat berkontribusi bagi pembangunan ekonomi daerah.

"Pemuda di Sulbar mesti dilibatkan dan didorong mempromosikan kopi Mamasa melalui media sosial kareba diera digital ini, promosi dapat dilakukan dengan berbagai cara agar kopi Mamasa semakin diminati dan membuat masyarakat diseluruh Indonesia maupun seluruh dunia," katanya.

Menurut dia, pemerintah Sulbar juga akan mendorong agar Kabupaten Mamasa menjadi daerah penghasil kopi terbesar di Provinsi Sulbar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan ekonomi daerah.

Ia mengatakan, pemerintah Sulbar akan menyalurkan bibit kopi bagi masyarakat untuk mengembangkan budidaya tanaman kopi sehingga produksi kopi meningkat. "Bibit kopi akan disalurkan untuk 100 hektare lahan masyarakat di Kabupaten Mamasa, selain itu Pemerintah Pusat akan diminta untuk membantu pengembangan kopi di Mamasa," katanya.

Berdasarkan data pemerintah, produksi kopi Mamasa untuk kopi arabika mencapai sekitar 1.000 ton dengan luas areal mencapai 6.500 hektare sementara produksi kopi robusta mencapai 961 ton dengan luas areal mencapai 5.000 hektare.

Baca juga: Warga Manggarai Timur gelar festival kopi Colol
Baca juga: Kopi Wamor Labuan Bajo NTT diperkenalkan saat KTT ASEAN Summit


Gubernur berharap dukungan semua pihak dalam upaya peningkatan produksi dan pemasaran kopi di Sulbar karena itu akan mendorong pembangunan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.