Giant Mataram Sajikan 75 Jenis Produk Lokal

id giant supermarket

Direktur Corporate Affairs, Industrial Relations, and Risk Management PT Hero Supermarket Arief Istanto (kiri), didampingi para tamu undangannya, saat menunjukkan salah satu jenis produk UKM lokal, di Giant Supermarket Panji Tilar, Kota Mataram, Juma

"Untuk meningkatkan potensi UKM yang ada di daerah, kami memberikan kesempatan kepada para pengusaha lokal untuk menghadirkan produknya dalam gerai pertama kami di Mataram ini,"
Mataram, (Antara NTB) - Giant Supermarket, yang hadir di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, dalam gebrakan awalnya di gerai ke-174 turut menyajikan 75 jenis produk lokal berkualitas dari 13 usaha kecil dan menengah (UKM) terpilih.

"Untuk meningkatkan potensi UKM yang ada di daerah, kami memberikan kesempatan kepada para pengusaha lokal untuk menghadirkan produknya dalam gerai pertama kami di Mataram ini," kata Direktur Corporate Affairs, Industrial Relations, and Risk Management PT Hero Supermarket Arief Istanto di Mataram, Jumat.

Jenis produk UKM lokal yang disajikan dalam gerai pertama di Kota Mataram itu, tidak hanya dalam bentuk pangan, bahkan juga turut menyajikan produk sandang. "Untuk produk sandang, nonpangan juga kita hadirkan, seperti hasil kerajinan tangan dan kain rajutan," ujarnya.

Bahkan nantinya, Giant Supermarket berkomitmen akan mencoba memasarkan produk-produk UKM lokal yang berkualitas ke luar negeri. "Melalui jaringan PT Hero Group yang jumlahnya sekitar 200 gerai dikancah internasional, kami akan mencoba memasarkan produk-produk lokal yang berkualitas," ucapnya.

Hal itu dikatakannya, sesuai dengan misi perusahaan yakni sebisa mungkin dapat merangkul dan menggandeng UKM lokal, agar mampu meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat, utamanya kelas menengah ke bawah.

Selain itu, pihak perusahaan juga membuat strategi pasar baru, yakni dengan memotong mata rantai distribusi produk. "Jadi dari pengusaha kecil, kini bisa langsung menawarkan produknya ke PT Hero Group, tidak harus melewati pihak distributor dulu," katanya.

Dengan strategi itu, kata dia, dapat saling memberikan keuntungan yang cukup besar, baik bagi para pengusaha kecil atau petani maupun pihak perusahaan. "Dengan begitu, petani dapat tawaran harga bagus dari perusahaan, dan juga sebaliknya, kami juga mendapat harga yang bagus, jadi saling menguntungkan," ucapnya.

Ia menjelaskan pada kondisi sebelumnya, harga satu produk yang dijual petani atau pengusaha kecil seharga Rp1.000, saat sampai di tangan perusahaan, harga produk petani itu bisa mencapai Rp5.000.

Sehingga, dengan strategi memotong mata rantai distribusi produk, Arief percaya dapat memberikan kesempatan kepada UKM lokal untuk meningkatkan pendapatan ekonominya. "Dari lima rentetan mata rantai distribusinya, kita potong dua, jadi bisa lebih saling menguntungkan," ujarnya.(*)
Pewarta :
Editor: Dimas
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar