BMKG mengimbau masyarakat Natuna waspadai cuaca ekstrem

id Cuaca ekstrem,info cuaca,cuaca terkini

BMKG mengimbau masyarakat Natuna waspadai cuaca ekstrem

Ilustrasi cuaca ekstrem (ANTARA/Muhamad Nurman)

Natuna (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau untuk selalu waspada terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di daerah tersebut.  

Kepala Stasiun Meteorologi Ranai, Feriomex Hutagalung melalui keterangan tertulis yang diterima di Natuna, Sabtu malam mengatakan, cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi yakni berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang pada periode 10-12 Desember.

Dia mengatakan, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat tersebut berpotensi terjadi pada pagi, siang dan dini hari.  

Kondisi demikian terjadi akibat adanya pola sirkulasi siklonik dan daerah konvergensi di wilayah Perairan Natuna, sehingga mempengaruhi pertumbuhan awan-awan konfektif yang menyebabkan meningkatnya intensitas curah hujan.

"Angin kencang dan peningkatan gelombang tinggi di Perairan Kabupaten Natuna," ucap dia.

Oleh karena itu ia mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dan selalu memantau perkiraan cuaca.

"Cuaca ekstrem dapat memicu terjadinya bencana hidrometeorologi seperti angin puting beliung, genangan air, banjir, dan tanah longsor di wilayah Pulau Bunguran, Pulau Tiga, Pulau Serasan, Pulau Subi, Pulau Midai dan Pulau Laut," ujar dia.

Sementara, warga Natuna Dila mengatakan kondisi demikian sudah biasa terjadi apa bila memasuki periode akhir dan awal tahun. Biasanya hujan yang disertai angin kencang pada periode tersebut akan mengakibatkan pohon-pohon tumbang.

Baca juga: Info BMKG: Sejumlah wilayah diprakirakan alami hujan dan petir
Baca juga: Jakarta diperkirakan hujan pada Senin malam


"Mudah-mudahan tidak parah seperti beberapa hari yang lalu," ucap dia.

Menurut dia, jika memasuki periode demikian kelangkaan barang di Natuna akan mulai terjadi sebab, proses distribusi barang terganggu.

"Biasanya gelombang juga akan tinggi, kapal dilarang berlayar, dampaknya stok barang di Natuna berkurang dan bakalan susah didapat, kalau adapun mahal," ujar dia.