Kemenag: estimasi haji Mataram 786 orang

id kemenag haji,haji mataram,kemenag

Jemaah calon haji (JCH) asal Kabupaten Lombok Timur, NTB yang tergabung dalam kloter 2 Embarkasi Lombok berangkat menggunakan kursi roda karena sakit. (Foto Humas Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) NTB). (1) (1/)

Mataram (Antaranews NTB) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Mataram H Burhanul Islam menyebutkan, estimasi calon haji Tahun 2019 sebanyak 786 orang untuk kuota reguler dan 30 orang cadangan.

"Alhamdulillah, jumlah estimasi calon haji terus meningkat dari tahun ke tahun dan semoga Tahun 2019 bisa mencapai 800 orang. Untuk tahun 2018, kuota kita 768 orang," katanya kepada sejumlah wartawan di Mataram, Kamis.

Ia mengatakan, data jamaah calon haji yang sudah masuk daftar estimasi musim haji Tahun 2019,?sudah dikoordinasikan dengan Bagian Kesejahteraan Setda Kota Mataram untuk melakukan berbagai langkah persiapan jamaah.

Selain itu, daftar nama dan informasi jamaah yang masuk estimasi telah disebar melalui kelurahan untuk dilanjutkan ke lingkungan agar para jamaah bisa mempersiapkan diri untuk mengurus berbagai dokumen yang dibutuhkan.

Persiapan utama yang diharapkan adalah pembuatan paspor agar tidak menumpuk saat menjelang keberangkatan. "Pembuatan paspor di awal ini sangat penting, guna menghindari adanya penundaan keberangkatan karena visa belum turun," katanya.

Menurutnya, meskipun jamaah membuat paspor di awal waktu harus mengeluarkan dana sendiri, namun pada saatnya biaya yang dikeluarkan jamaah tetap akan diganti oleh Kemenag.

"Jamaah jangan khawatir, biaya untuk pembuatan paspor tetap kami ganti," katanya.

Di sisi lain, Burhanul mengingatkan, kepada jamaah yang sudah masuk kuota estimasi haji 2019 agar pandai-pandai menjaga kesehatan karena kesehatan menjadi faktor utama agar bisa melaksanakan rukun wajib dan sunah haji dengan lancar.

"Bila perlu, mulai sekarang jamaah dapat secara berkala mulai memeriksakan kesehatan pada layanan kesehatan terdekat," katanya.

Menyinggung tentang daftar tunggu, Burhanul enggan menyebutkan karena bisa menjadi beban psikologis bagi masyarakat yang hendak mendaftar.

"Akan tetapi, kami berharap bagi masyarakat yang sudah ada niat dan memiliki kemampuan untuk mendaftar silakan mendaftar, semoga ada kebijakan pemerintah untuk terus menambah kuota haji untuk mengurangi antrean panjang di kota ini," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar