Mataram (Antaranews NTB) - Stadion Legenda Malomba Mataram, Nusa Tenggara Barat yang pembangunannya menelan biaya Rp10,5 miliar, saat ini terlihat memprihatinkan karena kurang terurus.
Dari pantauan Antara, Senin, keadaan stadion Malomba memprihatinkan karena dari pintu masuk stadion, sampah berserakan. Sementara itu tangga masuk terlihat retak akibat gempa beberapa bulan lalu dan belum diperbaiki sampai saat ini.
Keadaan lorong stadion pun sangat kumuh dengan daun-daun kering berserakan dan tidak pernah di sapu. Di tribun penonton banyak puntung rokok berserakan. Tribun penonton pun basah dengan air hujan karena tidak memiliki atap di atas tribun.
Namun, disamping bangunan stadion yang kurang terurus, Lapangan stadion terlihat bersih dan tidak terlihat banyak sampah di lapangan.
Stadion yang direncanakan rampung pada 2012 ini menghabiskan dana sebesar Rp10,5 miliar, dan sampai saat ini belum terlihat selesai karena pada rencana awal akan dibangun lapangan tenis dan lapangan basket.
Waluyo, seorang pedagang di samping stadion mengatakan terkadang stadion tersebut dibersihkan, bahkan kadang ada kegiatan gotong royong yang diadakan oleh TNI AL.
"Saya kadang melihat setiap pagi stadion dibersihkan, kadang ada gotong royong juga yang diadakan TNI AL yang bermarkas di samping stadion," katanya.
Zaenullah, warga kota Mataram berharap bahwa pihak yang bersangkutan membangun atap di atas tribun agar tribun tidak basah oleh hujan dan tetap terawat dan penonton akan lebih nyaman ketika menonton pertandingan walaupun harus bayar tiket.
"Saya berharap dibangun atap di atas tribun agar tribunnya lebih terawat dan ketika menonton akan lebih nyaman walaupun harus bayar tiket," katanya.