Mataram (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Agama Nusa Tenggara Barat menggelar doa bersama untuk kelancaran pelaksanaan ibadah haji bagi para calon haji yang akan berangkat ke Tanah Suci Arab Saudi pada 2025.
Kegiatan yang diikuti ribuan orang, organisasi kemasyarakatan Islam, para ulama, tokoh masyarakat ini juga dihadiri Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri, Kepala Kanwil Kemenag NTB Zamroni Azis, dan muspida setempat yang dipusatkan di Asrama Haji NTB di Kota Mataram, Senin.
Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri berharap, melalui doa-doa yang dipanjatkan jamaah dapat melancarkan pelaksanaan ibadah haji, baik sejak pemberangkatan menuju Arab Saudi hingga kembali ke tanah air dengan sehat dan selamat.
"Kita harapkan kemudahan ya, insyaallah jamaah haji kloter pertama sudah bisa masuk tanggal 1 Mei di asrama haji dan berangkat pada 2 Mei ke Arab Saudi," ujarnya.
Baca juga: Gubernur Iqbal bertemu Kemenag NTB bahas pendirian MA Kejuruan dan haji
Selain itu, Umi Dinda --sapaan Indah Dhamayanti Putri-- itu berharap, jamaah calon haji yang akan melaksanakan ibadah haji tahun ini bisa mendapatkan pelayanan terbaik, terutama mereka yang sudah berusia lanjut dan memiliki penyakit mendapatkan prioritas pelayanan.
"Semoga pelayanan terhadap jamaah haji tahun ini semakin baik dari tahun-tahun sebelumnya dan bisa berjalan dengan lancar dan aman," katanya.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi NTB Zamroni Aziz berharap melalui doa-doa yang dipanjatkan
Baca juga: Ratusan calon haji Lombok Tengah ikuti manasik haji pertama
ribuan umat dapat melancarkan pelayanan dan pelaksanaan ibadah haji tahun ini di NTB, terutama terhadap jamaah calon haji yang berangkat ke Arab Saudi.
"Doa ini dilaksanakan untuk mendoakan para jamaah haji NTB yang berangkat bisa menunaikan ibadah hajinya dengan aman dan lancar," ujarnya.
Ia menjelaskan Provinsi NTB mendapatkan kuota haji 4.499 orang pada 2025 yang dibagi dalam 12 kloter.
Dia berharap, kuota tahun-tahun berikutnya ada penambahan dari Kementerian Agama.
"Kami memastikan di setiap kloter memiliki dokter dan tenaga medis," katanya.
Baca juga: Kemenag: Jamaah calon haji Mataram terbagi dalam dua kloter