ACT-MRI bersihkan sampah di lokasi Festival "Bau Nyale"

id ACT MRI,Bau Nyale,Lombok Tengah,KEK Mandalika

Relawan ACT-MRI mengumpulkan sampah usai penyelenggaran Festival "Bau Nyale" 2019 di pantai Seger, Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, Senin (25/2). Foto Antaranews NTB/ACT-MRI

Ini kali kedua aksi dalam acara yang sama. Kami melakukan bersih pantai selama acara puncak berlangsung
Lombok Tengah (Antaranews NTB) - Aksi Cepat Tanggap dan Masyarakat Relawan Indonesia (ACT-MRI) membersihkan sampah di sepanjang Pantai Seger, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, yang menjadi lokasi Festival "Bau Nyale" 2019.

"Ini kali kedua aksi dalam acara yang sama. Kami melakukan bersih pantai selama acara puncak berlangsung," kata Koordinator Relawan ACT-MRI Lombok yang menggelar aksi bersih sampah, Robby Radianto, melalui keterangan tertulis yang diterima di Mataram, Senin.

Agenda tahunan Festival "Bau Nyale" atau menangkap cacing laut di Pantai Seger, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, mengundang animo turis domestik maupun internasional.

Rangkaian kegiatan tersebut dimulai sejak Minggu (17/2) hingga Senin (25/2). Berbagai acara digelar oleh panitia, seperti lomba selancar, lomba foto, paresean, dan Mandalika Fashion Carnival. Pada puncak acara juga dimeriahkan oleh sejumlah penyanyi dari Ibu Kota Jakarta.

Namun sayang, kata Robby, setelah hingar-bingar acara besar, masalah klasik dan krusial selalu muncul, yaitu sampah.

Banyak sekali sampah berserakan di sekitar lokasi acara. Ada yang berupa sampah plastik, "styrofoam" dan sampah kertas.

Oleh sebab itu, ACT-MRI membuka posko kebersihan di lokasi acara dengan melibatkan sembilan relawan.

"Kami berhasil mengumpulkan sampah hingga belasan kantong plastik berukuran besar. Kemudian sampah tersebut diangkut ke tempat pembuangan akhir," ujar Robby.

Ia mengatakan kegiatan bersih-bersih sampah di sekitar lokasi Festival "Bau Nyale" sebagai salah satu cara mengedukasi warga untuk ikut menjaga kawasan KEK Mandalika sebagai daerah tujuan wisata.

Oleh sebab itu, para relawan juga mengajak warga untuk menjaga kebersihan pantai dan membuang sampah di tempat sampah yang telah di persiapkan. Di samping, memberikan contoh secara langsung di lapangan.

Pihaknya menyediakan kantong sampah gratis yang bisa diambil oleh warga di beberapa titik yang telah dipersiapkan.

"Kami merasa prihatin dengan keadaan sekitar Pantai Seger usai kegiatan digelar. Sampah menumpuk di beberapa titik. Kondisi itu membuat kami termotivasi untuk membersihkan sekaligus memberikan edukasi," kata Robby.

ACT-MRI akan terus mengagendakan kegiatan bersih sampah saat kegiatan yang sama berlangsung setiap tahunnya. Diharapkan semua pihak akan peduli dengan kelestarian lingkungan, terutama membebaskan laut dari sampah plastik. (*)
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar