Sekda optimistis Lombok Sumbawa Great Sale Ramadhan tambah wisatawan

id Sekda NTB

Sekda NTB H Rosiady Sayuthi (tengah), saat membuka Popwil IV Tahun 2018 di GOR 17 Desember Turide, NTB, Selasa (23/10/2018) (Antaranews NTB/Ist) (Antaranews NTB/Ist/)

Mataram (ANTARA) - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Barat H Rosiady Sayuti mengaku optimistis jika Lombok Sumbawa Great Sale (LSGS) bisa dilaksanakan saat ulan Ramadhan akan menambah kunjungan wisatawan ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTB).

Karena itu, pihaknya mendorong penyelenggaraan Lombok Sumbawa Great Sale (LSGS) bisa dilaksanakan saat Ramadhan 2019.

"Kegiatan 'great sale 'yang sudah tradisi ini bisa kita kreasikan, tidak hanya satu bulan dalam setahun, tapi bisa saja waktu lain, katakan lah waktu selama Ramadhan atau usai Ramadhan yang secara tradisi biasanya okupansi hotel turun," katanya di Mataram, Minggu.

Untuk itu, ia berharap para pelaku wisata di NTB bisa memikirkan bagaimana kegiatan seperti LSGS bisa dilakukan di kawasan Senggigi.

"Yang kita genjot pesona Ramadhan. Karena kalau ditambah dengan great sale saya yakin bisa menambah kunjungan ke sini (NTB)," katanya.

Mantan Kepala Bappeda NTB in, mengaku kesuksesan LSGS tidak hanya berhenti sampai Maret. Namun, diharapkan promo seperti itu dapat terus berlanjut.

"Yang jelas great sale sebulan belum cukup. Jadi saya sarankan 'tenant-tenant' secara mandiri melanjutkan great sale dengan 'branding' lain seperti 'super great sale' lainnya," katanya.

Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Moh Faozal mengakui penyelenggaraan LSGS yang dimulai sejak Januari hingga Maret 2019, berhasil menggairahkan pariwisata di provinsi itu pascagempa.

"LSGS menggerakkan kita dari sisi okupansi hotel dan kegiatan belanja sudah mulai bergairah selama sebulan ini," ujarnya.

Ia mengakui, selama berlangsungnya LSGS, total transaksi yang berhasil dibukukan mencapai Rp10,5 miliar.

"Transaksi ini terjadi di semua tenant yang mengikuti LSGS," kata Faozal.

Faozal menyebutkan, jumlah yang terlibat dalam LSGS ini mencapai 120 tenant. Terdiri atas biro perjalanan wisata, hotel, restoran, pusat kerajinan dan lain-lain.

"Ada peningkatan 50 persen dari jumlah tenant yang mengikuti pelaksanaan LSGS tahun 2018," katanya.

Meski demikian, Faozal berjanji akan melakukan evaluasi pelaksanaan LSGS 2019 sehingga ke depan pada pelaksanaan LSGS berikutnya bisa lebih baik.

 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar