Buntut kelangkaan elpiji 3 kilogram, Disdag Mataram bakal panggil agen elpiji

id disdag,elpiji,mataram,Elpiji 3 kilogram,Mataram langka,Agen elpiji,Disdag Mataram

Buntut kelangkaan elpiji 3 kilogram, Disdag Mataram bakal panggil agen elpiji

Kepala Seksi Pengendalian Barang Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram Anugerahadi bersama tim dari Dinas Ketahan Pangan dan Kepala Pasar Mandalika melakukan pemantauan stok elpiji 3 kilogram terhadap beberapa pangkalan. (Foto: ANTARA News/Nirkomala)

Mataram (ANTARA) - Dinas Perdagangan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, segera memanggil agen elpji tiga kilogram sebagai tindak lanjut dari indikasi adanya kelangkaan bahan bakar bersubsidi tersebut di masyarakat.

"Kami bersama Disdag Provinsi dan satgas akan memanggil pihak terkait seperti Depo Pertamina, agen dan pangkalan untuk mencari tahu dimana letak masalah sehingga terjadi kelangkaan," kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Amran M Amin didampingi Kepala Bidang Pengendalian Barang Pokok dan Penting  Zainal di Mataram, Sabtu.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Satgas Provinsi NTB dan Depo Pertamina,  lanjutnya, dinyatakan tidak ada kelangkaan  tapi yang menjadi pertanyaan dari pangkalan ke pengecer yang tidak bisa terpantau serta adanya rencana konversi di Sumbawa.

Terkait hal itu, untuk mendapatkan informasi yang akurat terhadap indikasi kelangkaan elpji tiga kilogram,  menurut dia, perlu duduk bersama agar masalah dan kendala yang ada dapat dicarikan solusinya.

Indikasi kelangkaan elpiji tiga kilogram ini harus segera disikapi untuk menstabilkan harga. "Jika tidak, kelangkaan elpiji tiga kilogram akan memicu kenaikan harga," ujarnya.

Agus (40) salah seorang pemilik pangkalan elpiji tiga kilogram di kawasan Ampenan sebelumnya mengatakan, kondisi yang terjadi saat ini bukan kelangkaan melainkan keterlambatan distribusi elpiji tiga kilogram.

Kondisi itu dipicu karena masuknya musim omprongan (pengeringan) tembakau, sehingga jatah pangkalan dikurangi sebanyak 50 tabung. Kondisi ini sudah terjadi hampir dua bulan sejak musim keberangkatan jemaah haji tahun 2019.

"Kalau untuk harga, tidak ada kenaikan. Harga tebus dari agen tetap Rp14.750 per tabung," katanya.

Terhadap pengurangan itu, Agus mengakui harus pintar-pintar membagi kuota kepada pengecer yang sudah menjadi langgannya agar tetap mendapatkan jatah, meskipun sedikit terlambat. 


 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar