Warga menyerahkan empat bangkai penyu ke Gubernur Bengkulu

id bengkulu,penyu,pltu bengkulu,penyu mati,gubernur bengkulu

Warga menyerahkan empat bangkai penyu ke Gubernur Bengkulu

Empat bangkai penyu yang ditemukan mati di Pantai Bengkulu diserahkan warga ke Gubernur Bengkulu. Sejak 10 November 2019 sudah 19 ekor bangkai penyu yang ditemukan mati di Pantai Teluk Sepang. ANTARA/Helti Marini Sipayung

Bengkulu (ANTARA) - Sejumlah warga Kelurahan Teluk Sepang, Kota Bengkulu, Jumat siang mendatangi Kantor Gubernur Bengkulu untuk menyerahkan empat ekor bangkai penyu yang ditemukan mati di Pantai Teluk Sepang.

“Kemarin kami temukan satu ekor dan hari ini ditemukan lagi mati tiga ekor di jarak 100 meter dari saluran limbah air bahang PLTU batu bara Teluk Sepang,” kata warga RT 14 Teluk Sepang, Rustam di Kantor Gubernur, Jumat.

Ia mengatakan penemuan bangkai empat ekor penyu tersebut menambah jumlah spesies langka yang dilindungi itu yang ditemukan mati di Pantai Teluk Sepang menjadi 19 ekor.

Kematian belasan penyu jenis sisik, lekang dan hijau itu beruntun sejak 10 November 2019 yang menurut warga selama ini belum pernah terjadi.

“Kami menghitung kematian biota laut ini sejak uji coba PLTU batu bara dimulai, saluran air bahang mengeluarkan air berbuih tebal kadang berwarna putih kadang coklat dan baunya sangat busuk,” kata Rustam.

Warga kata dia sudah berulangkali menyerahkan bangkai penyu tersebut ke pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu untuk diteliti dan diselidiki penyebabnya namun hingga saat ini belum ada jawaban tentang penyebab pasti 19 penyu itu mati.

“Kami sudah bosan menyerahkan ke BKSDA karena tidak ada jawaban sampai hari ini tentang penyebab penyu ini mati,” kata warga lainnya, Eko.

Sebelumnya, Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah mengatakan sudah melayangkan teguran keras kepada pihak PLTU batu bara Teluk Sepang terkait buih yang dikeluarkan dari saluran air bahang yang direkam warga di perairan Pulau Tikus.

“Tadi saya sudah tegur langsung dari TLB harus segera turun ke lapangan untuk memastikan,” kata Rohidin.

Menurutnya, adanya dugaan pencemaran lingkungan akibat uji coba PLTU yang dilakukan beberapa waktu lalu adalah hal yang serius.

Sebelumnya, Humas PT Tenaga Listrik Bengkulu pemilik proyek PLTU batu bara Teluk Sepang Erasputranto menyebut pengukuran suhu dan pH limbah bahagn bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bengkulu, masih di bawah ambang batu mutu.

Suhu air bahang yang diukur pada uji sampel yakni 35 derajat Celcius sedangkan baku mutu suhu air bahang adalah 40 derajat Celcius sedangkan uji pH hasilnya 8,31 dan daya hantar listrik 13,5 ms.

Terkait buih putih yang keluar dari saluran limbah cair menurutnya diakibatkan oleh pengadulan air laut yang mengandung desinfektan berupa chlorine, mikroorganisme serta kadar garam yang tinggi.

“Manajemen pengelolaan limbah kami telah mengacu pada ketentuan peraturan yang berlaku,” tulisnya melalui surat elektronik.