10 masuk puskesmas, satu keluarga berkelahi gegara sengketa lahan di Lombok Tengah

id Sengketa lahan

10 masuk puskesmas, satu keluarga berkelahi gegara sengketa lahan di Lombok Tengah

Korban

Praya, Lombok Tengah (ANTARA) - Dipicu sengketa lahan, satu keluarga di Desa Landah, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah berkelahi menggunakan sajam dan batu, Selasa (13/4). 

Akibat kejadian tersebut, kedua belah pihak mengalami luka ringan dan masih dirawat di Puskesmas.

Kapolres Loteng, AKBP Esty Setyo Nugroho mengatakan pihaknya saat ini telah menurunkan anggota untuk mengantisipasi ada perkelahian lanjutan dari kedua belah pihak. 

"Tadi malam kita langsung menurunkan anggota melakukan pengamanan sampai saat ini," ujarnya kepada wartawan, Rabu (14/4).

Peristiwa itu berawal saat salah seorang warga inisial KH yang masih bekeluarga "ngegas" menggunakan sepeda motor. Sehingga para korban terpancing dan terjadilah keributan menggunakan sajam maupun saling lempar mengunakan batu. 

" Ada 10 korban dan mereka telah dirawat di Puskesmas Ganti dan Mujur untuk mengantisipasi adanya perkelahian lagi," jelasnya. 

Kapolres juga menyampaikan, bahwa persoalan tersebut bukan perang kampung, melainkan dipicu masalah sengketa tanah. Kedua belah pihak merupakan satu garis keluarga.

"Satu keluarga, bukan perang kampung seperti informasi yang beredar di media sosial," jelasnya. 

Dalam persoalan sengketa lahan itu, pihaknya telah melakukan upaha mediasi untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara perdata di Pengadilan. Karena masing-masing memiliki alas hak, ada yang memiliki sertifikat dan SPPT.

"Untuk laporan perusakkan lahan sebelumnya itu telah diproses dan telah ditindaklanjuti. Kita imbau kedua belah pihak menahan diri," katanya.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar