Asmat butuh pendampingan langsung pahami hidup sehat

id Suku asmat,asmat,papua

Asmat butuh pendampingan langsung pahami hidup sehat

Potret kehidupan warga dari Kampung Damen, Kabupaten Asmat, Papua saat sedang membersihkan ampas sagu (22/6/2022). (ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)

Damen, Papua (ANTARA) - National Project Manager Wahana Visi Indonesia (WVI) Hotmianida Panjaitan menekankan bahwa Suku Asmat di Provinsi Papua membutuhkan pendampingan secara langsung dari pemerintah guna memahami pentingnya menjalankan hidup sehat.

“Saya coba untuk memandang objektif ya, pemerintah sudah berusaha (mendekatkan diri dengan suku Asmat), tapi terbatas meski modal manusia. Jarak antar kampung terlalu jauh, itu ibarat dari sini ke sana saja sudah habis berapa liter bensin,” kata Hotmianida saat ditemui ANTARA di Desa Damen, Kabupaten Asmat, Papua, Kamis.

Hotmianida menuturkan sejumlah kebiasaan yang mengakar pada kehidupan suku Asmat seperti di Kampung Damen, membutuhkan pendampingan langsung untuk dirubah ke arah yang jauh lebih baik.

Pada sisi pemberian makanan, sejak dahulu kala warga memakan sagu sebagai bahan pangan utama. Banyak sayur seperti sawi atau makanan protein seperti ikan tersedia dalam jumlah banyak dari tanah yang subur, tetapi orang tua tidak tahu ataupun memperhatikan anak-anaknya yang kelaparan.

Orang tua di Kampung Damen bahkan memiliki keyakinan bahwa anak yang belum bisa berjalan di atas tanah tidak boleh diberi makan daging-dagingan. Akibatnya, banyak anak menderita gizi buruk karena kekurangan nutrisi.

Pemberian ASI eksklusif juga tidak begitu tinggi. Ibu-ibu lebih suka memberikan susu botol lewat pemberian bantuan yang didapatkan dari pemerintah atau memberi sekadarnya.

Dengan demikian, perlu menumbuhkan pemahaman terkait gizi pada anak, misalnya melalui pengajaran membuat mp-ASI melalui bahan pangan lokal.

Ia menambahkan pendampingan untuk mengajarkan cara memasak yang benar juga diperlukan. Sebab Suku Asmat suka mengkonsumsi air hujan secara langsung tanpa di rebus terlebih dahulu.

Baca juga: Suku Asmat kekurangan guru imbangi jumlah siswa meningkat

Dulu, mereka juga tidak membersihkan sisik ikan ketika memasak. Cara memasak makanannya pun hanya direbus atau dibakar, seperti membakar bola-bola sagu.

Sedangkan pada rumah, warga perlu diberikan pengertian pentingnya memiliki WC untuk buang air atau mencuci tangan di setiap keluarga untuk mencegah anak terkena penyakit seperi diare.

Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2022