UMKM manfaatkan Natal dan Tahun Baru dongkrak omset di Sukabumi

id Libur Natal dan Tahun Baru 2024,Kabupaten Sukabumi ,Pemkab Sukabumi ,Wisatawan

UMKM manfaatkan Natal dan Tahun Baru dongkrak omset di Sukabumi

Wakil Bupati Sukabumi Iyos Somantri. ANTARA/Aditya Rohman

Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Wakil Bupati Sukabumi Iyos Somantri mengimbau kepada para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat untuk memanfaatkan momentum libur dan cuti bersama Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 untuk meningkatkan omset atau pendapatan.
 
"Kemungkinan besar pada perayaan dan libur Natal dan Tahun Baru, Kabupaten Sukabumi akan dipadati oleh wisatawan yang datang dari berbagai daerah, tentunya ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh pelaku UMKM untuk meningkatkan pendapatannya," katanya di Sukabumi, Senin.
 
Menurut Iyos, berkaca dari tahun sebelumnya, ratusan ribu wisawatan datang ke berbagai objek wisata di Kabupaten Sukabumi baik yang ada di wilayah utara maupun selatan.
 
Bahkan, terjadi antrean panjang kendaraan bermotor menuju objek wisata pantai selatan Kabupaten Sukabumi serta Unesco Global Geopark Ciletuh Palabuhanratu. Tentunya dengan banyaknya wisatawan yang datang ini, pelaku UMKM bisa memanfaatkannya seperti menjajakan dan mempromosikan produknya.
 
Harus diketahui, wisatawan yang datang tentunya ingin membeli produk khas daerah yang dikunjunginya, maka dari itu pelaku UMKM bisa mendapatkan keuntungan dari itu semua. 
 
"Perputaran uang saat musim liburan akhir tahun di Kabupaten Sukabumi dipastikan besar, ini tentunya bisa menjadi keuntungan bagi pelaku UMKM untuk melipatgandakan pendapatannya sekaligus jadi ajang promosi," katanya. 
 
Di sisi lain, orang nomor dua di kabupaten terluas kedua di Pulau Jawa dan Bali ini juga mengimbau kepada warga ataupun penggiat pariwisata di Kabupaten Sukabumi untuk bisa membuat nyaman dan aman para wisatawan.
 
Seperti tidak menaikkan harga secara tidak wajar apalagi sampai melakukan pungutan liar, karena bisa merusak citra baik dunia pariwisata Kabupaten Sukabumi ditambah keberadaan media sosial yang bisa saja ada wisatawan yang merasa dirugikan kemudian menyebarkan kekecewaannya itu ke akun media sosialnya. 
 
Tentunya ini bisa merugikan banyak pihak. Maka dari itu, buat senyaman mungkin wisatawan agar mereka merasa betah untuk berlama-lama di Kabupaten Sukabumi. 

Baca juga: Polres Sukabumi Kota gencar razia miras jelang Nataru
Baca juga: Pemerintah Mataram salurkan 370.610 ton beras CPP tahap empat
 
Dalam pengamanan libur Natal dan Tahun Baru 2024, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan aparat keamanan baik dari unsur Polri dan TNI. Tidak hanya sebatas pengamanan, penanganan masalah kemacetan pun menjadi fokus utama. Namun, pihaknya optimistis musim liburan bisa berjalan aman dan lancar.